13 January 2016

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Gelar Advokasi Nasional Penyelamatan Ekosistem Karst Indonesia

WALHI - Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulsel, Asmar Exwar (empat dari kiri) dalam jumpa pers terkait Advokasi Nasional Penyelamatan Ekosistem Karst Indonesia di Mr Coffee, Jalan Boulevard, Makassar, Senin (11/1). Walhi melansir, Indonesia menjadi negara incaran ekspansi perusahaan tambang, baik dalam negeri maupun luar negeri yang beroperasi di kawasan karst. Hal tersebut merupakan ancaman serius di tengah masifnya eksplorasi alam dan perusakan karst. BLOGKATAHATIKU/ANITA ANNY
BLOGKATAHATIKU - Sebagai salah satu negara yang memiliki ekosistem karst terluas dunia, dengan 15 juta hektare kawasan karst, Indonesia menjadi negara incaran ekspansi perusahaan tambang, baik dalam negeri maupun luar negeri yang beroperasi di kawasan karst.
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) melansir, hal tersebut merupakan ancaman serius di tengah masifnya eksplorasi alam dan perusakan karst. Padahal, pada hampir sejumlah daerah berkawasan karst, memiliki fungsi vital bagi kehidupan masyarakat. Salah satunya sebagai sumber air bagi warga setempat.
“Hal ini yang mendorong Walhi menggelar konsolidasi nasional penyelamatan ekosistem karst Indonesia, berlangsung selama empat hari di Wisma Syarifah, Malino, 7-10 Januari 2015,” terang Direktur Eksekutif Walhi Sulsel, Asmar Exwar dalam jumpa pers terkait Advokasi Nasional Penyelamatan Ekosistem Karst Indonesia di Mr Coffee, Jalan Boulevard, Makassar, Senin (11/1).
Sementara itu, Manajer Kampanye Walhi, Kurniawan Sabar, mengungkapkan, konsolidasi secara nasional pihaknya, bertujuan untuk membangun gerakan advokasi penyelamatan ekosistem karst di Indonesia yang saat ini terus tergerus, dan ancaman dari perluasan industri ekstaktif, khusunya untuk kebutuhan semen dan marmer.
Adapun Kepala Departeman Advokasi dan Kampanye Walhi Sulsel, Muhammad Al Amin, menambahkan, peserta konsolidasi nasional penyelamatan karst Indonesia kali ini berasal dari delapan Eksekutif Daerah Walhi yang di daerahnya memiliki potensi kawasan karst yang juga terancam rusak lantaran aktivitas pertambangan. Konsolidasi nasional sendiri dihadiri Direktur Walhi Sumbar, Jabar, Jateng, Yogyakarta, Jatim, Kalsel, Kaltim, dan Sulsel.
Konsolidasi nasional penyelamatan ekosistem karst Indonesia difasilitasi langsung Kepala Departemen Advokasi dan Kampenya Walhi Nasional, Nur Hidayati. Ke depan, konsolidasi akan melahirkan strategi nasional terkait penyelamatan kawasan karst untuk menjaga kehidupan masyarakat Indonesia.