29 January 2016

Tips Pengereman Sepeda Motor Skutik

SISTEM PENGEREMAN - Sistem pengereman sepeda motor skutik dilansir tidak terlalu bagus. Pasalnya, cakram dan komponen rem sepeda motor skutik didesain lebih kecil, sehingga proses saat berhenti tidak secepat sport. Selain itu, rem belakangnya rata-rata masih menggunakan tromol. BLOGKATAHATIKU/EFFENDY W
BLOGKATAHATIKU - Saat ini, sepeda motor skuter matik (skutik) sangat digemari. Dari semua roda dua bermesin yang beredar, skutik menguasai lebih dari separuh pengguna. Itu dari segi penjualan, lalu bagaimana dari segi mesin? Dari data yang dilansir beberapa media otomotif, sepeda motor skutik juga memiliki mesin dan tenaga setara sepeda motor bebek.
Kendati demikian, skutik ternyata “payah” dalam hal pengereman. Seperti dilansir General Manager Aftersales and Motor Sport PT Yamaha Indonesia, M Abidin, dalam keterangan tertulisnya belum lama ini kepada sejumlah media di Tanah Air. Disebutkan,  sistem pengereman skutik memiliki kemampuan yang terbilang “buruk” dalam menahan laju kendaraan. Ini apabila dibandingkan sepeda motor jenis lain.
“Kalau boleh dibilang, skutik remnya tidak terlalu bagus. Cakram dan komponen rem didesain lebih kecil, jadi proses saat berhenti tidak secepat sport. Selain itu, rem belakangnya rata-rata masih menggunakan tromol,” bebernya.
Selain komponen rem itu sendiri, pengereman pada skutik terasa kurang mumpuni lantaran diameter roda dan tapak ban yang digunakan tidak selebar pada sepeda motor jenis bebek dan sport. Apalagi, ukuran rodanya juga kecil sehingga daya cengkeram di aspal juga berbeda dibandingkan saat pengendara menggunakan sepeda motor lain.
Akan tetapi, sebut Abidin, semua pabrikan tetap merancang skutik sesempurna dan seaman mungkin untuk dikendarai. Selebihnya, pengendaralah yang diwajibkan memahami kekurangan dan kelebihan skutik.
Ia menyarankan, pengereman dengan skutik sebaiknya dilakukan dengan teknik kombinasi. “Rem belakang digunakan terlebih dulu, setelah itu imbangi menggunakan rem depan perlahan-lahan supaya tetap stabil. Selain itu, penarikan tuas rem sebaiknya dilakukan pada saat jarak skutik dengan kendaraan di depan masih jauh atau dalam jarak aman,” imbuh Abidin.