08 January 2016

Tim Hino Sugawara Raih Posisi Pertama dan Kedua di Stage 4 Reli Dakar 2016

MAKSIMAL - Tim Hino Sugawara dengan menggunakan kendaraan Hino 500 Series berhasil memanfaatkan mobilitas truk dengan maksimal. Mereka mendapat hasil yang baik di stage 4 yang menempuh lintasan di atas ketinggian 3.800 meter, dan berputar di San Salvador De Jujuy dengan jarak 419 kilometer atau lebih pendek 10 kilometer dari kategori mobil dan sepeda motor. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Tim Hino Sugawara dengan menggunakan kendaraan Hino 500 Series berhasil memanfaatkan mobilitas truk dengan maksimal. Mereka mendapat hasil yang baik di stage 4 yang menempuh lintasan di atas ketinggian 3.800 meter, dan berputar di San Salvador De Jujuy dengan jarak 419 kilometer atau lebih pendek 10 kilometer dari kategori mobil dan sepeda motor.
Truk kedua yang dikendarai Teruhito Sugawara dan navigator Hiroyuki Sugiura, berhasil finish di tempat ke-19, dan meraih peringkat pertama untuk kelas “Under 10 Litre Class”. Sementara, truk pertama dengan awak Yoshimasa Sugawara sebagai pengemudi dan navigator Mitsugu Takahashi, juga meraih hasil yang memuaskan dengan berhasil finish dan menempati posisi ke-30, serta runner up untuk kelas Under 10 Litre Class.
Hasil tersebut sekaligus menandakan tim Hino Sugawara mampu finish satu dan dua dalam reli tahun ini. Balapan di stage 4 di rancang dengan marathon stage atau kendaraan tidak diperbolehkan untuk menerima perbaikan dari kru mekanik, bahkan sampai hari berikutnya sehingga balapan esok hari akan dimulai dengan kendaraan dengan kondisi yang sama sesuai hari terakhir.
Yoshimasa mengungkapkan, balapan melintasi sungai dan beberapa truk mengalami kendala. “Kami dapat melaluinya dengan sangat baik, mencari titik penyeberangan lain. Hal ini kami lakukan berdasarkan pengalaman pada reli Mongolia,” bebernya di San Salvador De Jujuy, Jumat (8/1).
 Sementara itu, Teruhito menambahkan, lintasan seperti itu sudah sering dilintasi. “Dalam area ini, setiap pebalap hanya perlu memacu kendaraan dengan cepat. Bahkan, pada area ini kami dapat melewati truk yang ada di depan,” imbuhnya.
Menurutnya, perubahan performa mesin (yang digunakan) sangat baik. “Kami menggunakan tabung oksigen sebagai alat bantu untuk tambahan bernapas di lokasi yang sangat tinggi di atas permukaan laut. Mesin (truk) bekerja sangat baik, dan membuat kami tetap nyaman,” tutupnya.