24 January 2016

Teh Tarik Ceria, Ceriakan Penikmat Teh Melalui Cita Rasa Berbeda

TEH TARIK CERIA - Karyawan Teh Tarik Ceria saat memamerkan salah satu varian minumannya. Sejak beroperasi di 2010, Teh Tarik Ceria telah berkembang menjadi 20 gerai di Makassar. Gerai-gerai tersebut terletak di beberapa pusat perbelanjaan strategis, seperti Mal Panakkukang (MP), Panakkukang Square, Karebosi Link, Pasar Butung, Jalan Toddopuli, Jalan Lanto Daeng Pasewang, dan masih banyak tempat lainnya. BLOGKATAHATIKU/EFFENDY W
BLOGKATAHATIKU - Maraknya keberadaan usaha kuliner jenis pushcart, khususnya dalam sajian minuman, membuat pelaku segmen ini terus berinovasi menghadirkan minuman yang berbeda. Beda yang dimaksud, tentu memiliki persepsi beragam, bisa dari bentuk kemasan, penjualan, maupun manajerial pengelolaan.
Akan tetapi, yang paling urgensi adalah soal cita rasa. “Ini yang paling penting dalam bisnis kuliner. Penting, karena dari spot inilah konsumen bakal menjadi loyal costumer atau tidak. Kalau mereka menyukai suatu produk (minuman), maka pasti akan kembali membeli,” terang pemilik Teh Tarik Ceria, Yuli saat ditemui di Lt 4 Trans Studio Mall (TSM), Jalan HM Daeng Patompo, Tanjung Bunga, Makassar, Sabtu (23/1).
Makanya, Yuli tidak menafikan produknya dari sentuhan cita rasa. Untuk itulah, ia terus berkreasi bagaimana dapat menciptakan menu minuman yang khas.
“Berkreasi penting untuk dapat menemukan formula yang tepat pada minuman yang ingin disuguhkan sebagai jualan. Jika ingin produk jualan disukai, tentu harus punya taste tersendiri, tidak bisa asal mengekor produk yang sebelumnya sudah ada, terutama milik kompetitor,” beber kelahiran Makassar ini.
Terkait ketertarikannya mengelola bisnis minuman, Yuli mengaku merasa tertantang menghadirkan produk dengan brand sendiri namun memiliki kualitas yang tak kalah, bahkan melebihi brand waralaba dari luar negeri.
“Pada dasarnya, saya sendiri menyukai kuliner, khususnya minuman teh. Sebelum merintis Teh Tarik Ceria, di rumah saya senang meracik minuman sendiri. Dari beberapa sampel minuman yang dirasakan keluarga maupun orang-orang di sekitar, rata-rata menyukai minuman saya. Selain itu, niat mendirikan Teh Tarik Ceria karena saya tertantang terhadap banyaknya keberadaan usaha gerai minuman dengan brand luar negeri,” imbuhnya.
Yuli menjelaskan, sejak mengoperasikan usahanya di 2010, kini Teh Tarik Ceria telah berkembang menjadi 20 gerai. “Gerai-gerai saya terletak di beberapa pusat perbelanjaan strategis, seperti Mal Panakkukang (MP), Panakkukang Square, Karebosi Link, Pasar Butung, Jalan Toddopuli, Jalan Lanto Daeng Pasewang, dan masih banyak tempat lainnya,” ulasnya.
Meskipun terbilang berkembang pesat, tetapi wanita murah senyum ini belum berminat mewaralabakan unit bisnisnya. “Sebenarnya, sudah banyak pelaku usaha yang ingin bermitra dengan sistem waralaba menggunakan merek Teh Tarik Ceria, namun masih saya pertimbangkan. Bukan karena belum siap, tetapi karena usaha ini masih sanggup saya handle (tangani) sendiri,” paparnya.
Menyoal segmentasi jualannya, Yuli membidik menengah bawah. Ia beralasan, mengambil segmen tersebut lantaran ingin menyuguhkan minuman berkelas dengan harga terjangkau.
“Alasan saya memang itu, bagaimana dapat menjual minuman yang notabene serupa dengan harga murah. Contohnya, jika minum teh tarik di gerai waralaba luar negeri konsumen harus merogoh kocek Rp 30 ribu-Rp 50 ribu untuk satu gelas, maka di Teh Tarik Ceria hanya Rp 12 ribu. Padahal, cita rasa tidak kalah, bahkan melebihi brand-brand luar negeri tersebut,” akunya.
Yuli menambahkan, tidak hanya teh tarik yang ditawarkan tetapi banyak varian minuman lain yang rutin dikeluarkannya setelah meracik beberapa kali untuk dijadikan menu baru. “Selain meracik Teh Tarik Original, saya juga bikin Teh Kopi Tarik, Teh Coklat Tarik, Orange Tea, dan masih banyak menu lainnya dengan harga flat Rp 12 ribu,” urainya.