06 January 2016

Sektor Konsumsi Sumbang Inflasi Tertinggi di Sulsel

INFLASI SEKTOR KONSUMSI - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Nursam Salam (kiri) saat menyampaikan Berita Resmi Statistik (BRS) di Kantor BPS, Jalan Haji Bau, Makassar, Senin (4/1). Di Desember 2015, kelompok bahan makanan mengalami inflasi sebesar 1,82 persen. Dari 11 sub kelompok dalam kelompok ini, sembilan sub kelompok mengalami inflasi dan dua sub kelompok mengalami deflasi. BLOGKATAHATIKU/ANITA ANNY
BLOGKATAHATIKU - Di Desember 2015, kelompok bahan makanan mengalami inflasi sebesar 1,82 persen. Dari 11 sub kelompok dalam kelompok ini, sembilan sub kelompok mengalami inflasi dan dua sub kelompok mengalami deflasi.
“Inflasi tertinggi terjadi pada sub kelompok bumbu-bumbuan sebesar 14,52 persen, dan inflasi terendah terjadi pada sub kelompok bahan makanan lainnya sebesar 0,04 persen. Kelompok ini memberi sumbangan positif sebesar 0,4337 persen. Sumbangan positif terbesar diberikan sub kelompok bumbu-bumbuan sebesar 0,2360 persen, dan sumbangan positif terkecil oleh sub kelompok ikan diawetkan sebesar 0,0011 persen,” terang Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Nursam Salam saat menyampaikan Berita Resmi Statistik (BRS) di Kantor BPS, Jalan Haji Bau, Makassar, Senin (4/1).
Ditambahkan, adapun kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada Desember 2015, mengalami inflasi sebesar 0,32 persen. Dari tiga sub kelompok dalam kelompok ini, semuanya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada sub kelompok makanan jadi sebesar 0,37 persen, inflasi terendah terjadi pada sub kelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 0,19 persen. Kelompok pengeluaran ini menyumbang inflasi sebesar 0,0521 persen. Sumbangan inflasi tertinggi diberikan sub kelompok makanan jadi sebesar 0,0354 persen.
Sementara, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar, mengalami inflasi sebesar 0,26 persen pada Desember 2015. Dari empat sub kelompok dalam kelompok ini, tiga sub kelompok inflasi dan satu sub kelompok deflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada sub kelompok bahan bakar, penerangan, dan air sebesar 0,57 persen. Sementara, inflasi terendah terjadi pada sub kelompok biaya tempat tinggal sebesar 0,15 persen. Kelompok ini menyumbang inflasi sebesar 0,0583 persen. Sumbangan inflasi terbesar diberikan sub kelompok bahan bakar, penerangan, dan air sebesar 0,0299 persen, dan kontribusi inflasi terkecil oleh sub kelompok perlengkapan rumah tangga sebesar 0,0123 persen.
“Kelompok sandang di Desember 2015 mengalami deflasi 0,01 persen. Dari empat sub kelompok dalam kelompok ini, tiga sub kelompok mengalami inflasi, sementara satu sub kelompok lainnya deflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada sub kelompok sandang wanita sebesar 1,12 persen. Kelompok ini menyumbang deflasi 0,0003 persen. Deflasi disumbangkan sub kelompok barang pribadi dan sandang lainnya sebesar 0,0246 persen,” beber Nursam.
Dipaparkan, untuk kelompok kesehatan di Desember 2015 mengalami inflasi sebesar 0,20 persen. Dari empat sub kelompok dalam kelompok ini, semua sub kelompok mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada sub kelompok jasa perawatan jasmani sebesar 0,45 persen, dan inflasi terendah pada sub perawatan jasmani dan kosmetika sebesar 0,04 persen. Kelompok ini menyumbang inflasi sebesar 0,0080 persen. Kontribusi inflasi terbesar diberikan sub kelompok jasa kesehatan sebesar 0,0051 persen.
“Dari kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga, mengalami inflasi sebesar 0,01 persen di Desember 2015. Dari lima sub kelompok di kelompok ini, dua sub kelompok mengalami inflasi dan tiga sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan. Inflasi tertinggi terjadi pada sub kelompok perlengkapan atau peralatan pendidikan sebesar 0,04 persen. Kelompok ini menyumbang inflasi sebesar 0,0004 persen. Sumbangan inflasi terbesar diberikan sub kelompok perlengkapan atau peralatan pendidikan sebesar 0,0003 persen,” ulasnya.
Lebih jauh, Nursam menyebut, kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan pada Desember 2015 mengalami inflasi sebesar 0,77 persen. Dari empat sub kelompok dalam kelompok ini, satu sub kelompok mengalami inflasi, satu sub kelompok lainnya deflasi, serta dua sub kelompok tidak mengalami perubahan (stabil).
“Inflasi tertinggi terjadi pada sub kelompok transportasi sebesar 1,15 persen. Kelompok ini memberi kontribusi inflasi sebesar 0,1416 persen. Sub kelompok yang memberikan kontribusi positif terbesar adalah sub kelompok transportasi sebesar 0,1425 persen,” tutupnya.