11 January 2016

Pertumbuhan Bank di Sulsel Lampaui Nasional

MEMBAIK - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulsel mencatatkan pertumbuhan perbankan terus membaik, dengan ditopang perkembangan ekonomi yang positif di tengah perlambatan ekonomi nasional. Pertumbuhan ekonomi Sulsel pada triwulan ketiga 2015 tercatat cukup tinggi, yakni sebesar 7,34 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 4,73 persen (yoy). BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulsel mencatatkan pertumbuhan perbankan terus membaik, dengan ditopang perkembangan ekonomi yang positif di tengah perlambatan ekonomi nasional.
Kepala OJK Wilayah Sulsel, Bambang Kiswono, mengatakan, pertumbuhan ekonomi Sulsel pada triwulan ketiga 2015 tercatat cukup tinggi, yakni sebesar 7,34 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 4,73 persen (yoy).
Dijelaskan, masih kondusifnya perekonomian Sulsel membawa industri perbankan juga dalam kondisi stabil. Ini ditunjukkan dari kinerja perbankan secara umum yang menunjukkan pertumbuhan positif.
“Berbagai indikator perbankan mencatat pertumbuhan lebih baik dari perbankan nasional, termasuk fungsi intermediasi perbankan yang berjalan baik, dan tetap terjaganya stabilitas risiko perbankan,” beber Bambang belum lama ini di Kantor OJK Sulsel, Gedung BI, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar.
Menurutnya, kinerja yang positif pada industri perbankan di Sulsel tercermin dari total aset bank umum posisi September 2015 mencapai Rp 113,1 triliun, atau tumbuh 13,59 persen (yoy) dibandingkan akhir 2014 sebesar 11,46 persen. Bahkan, lebih baik dibandingkan pertumbuhan aset nasional yang sebesar 13,08 persen.
Kondisi tersebut, juga didukung meningkatnya penyaluran kredit bank umum di Sulsel yang mencapai Rp 89,91 triliun, atau tumbuh 11,74 persen (yoy) di atas pertumbuhan kredit pada akhir 2014, yakni sebesar 10,84 persen dan lebih baik dibandingkan pertumbuhan kredit nasional yang hanya di kisaran 10,91 persen.
“Saat ini, dana masyarakat yang dihimpun bank umum Sulsel pada posisi September 2015 mencapai Rp 72,43 triliun, atau tumbuh 12,58 persen (yoy) di atas pertumbuhan pada akhir 2014 yang sebesar 9,38 persen, dan lebih baik dibandingkan pertumbuhan DPK nasional yang sebesar 11,43 persen,” ujarnya.
Berdasarkan perkembangan tersebut, peran perbankan dalam menjalankan fungsi intermediasi di Sulsel yanga akan mendorong peningkatan kapasitas perekonomian Sulsel yang terus menunjukkan perkembangan positif.
Hal tersebut, tercermin dari indikator loan to deposit ratio (LDR) yang sangat tinggi mencapai 124,13 persen pada akhir triwulan tiga 2015. Sementara itu, kualitas kredit perbankan Sulsel tetap terjaga, tercermin pada non performing loan (NPL) atau kredit macet di kisaran 3,85 persen, yang menunjukkan pengelolaan yang baik pada manajemen risiko kredit perbankan
Seiring meningkatnya penyaluran kredit dan kualitasnya, perolehan laba usaha berhasil dibukukan perbankan Sulsel juga meningkat. Hingga Agustus 2015 mencapai Rp 2,88 triliun. Selain itu, perkembangan ekonomi Sulsel menjadi daya tarik tersendiri bagi tumbuhnya jaringan perbankan.
“Sampai saat ini, tercatat 51 bank terdiri dari 43 bank konvensional dan delapan bank syariah dengan jaringan kantor mencapai 978 unit. Kinerja perbankan ke depannya, diprediksi masih terus tumbuh didukung banyaknya ekspansi kantor baru di Sulsel, khususnya di Makassar,” tutup Bambang.