06 January 2016

Pelindo IV Berlakukan Uji Coba Multiport

MULTIPORT - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV memberlakukan uji coba Multiport Tarif mulai 1 Januari 2016 bagi kapal dan barang khusus ekspor melalui Pelabuhan Makassar (Direct Call) atau pengapalan langsung ke luar negeri. Penerapan Multiport Tarif tersebut, merupakan langkah inovasi di bidang logistik, karena baru pertama kali dilakukan di Indonesia. BLOGKATAHATIKU/ANITA ANNY
BLOGKATAHATIKU - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV memberlakukan uji coba Multiport Tarif mulai 1 Januari 2016 bagi kapal dan barang khusus ekspor melalui Pelabuhan Makassar (Direct Call) atau pengapalan langsung ke luar negeri. Penerapan Multiport Tarif tersebut, merupakan langkah inovasi di bidang logistik, karena baru pertama kali dilakukan di Indonesia.
Direktur Utama PT Pelindo IV, Doso Agung, mengatakan, Multiport Tarif diharapkan dapat menekan biaya logistik, serta mendukung efektivitas pelaksanaan Direct Call yang telah berjalan.
“Tak hanya itu, Multiport tentunya akan mendorong percepatan dan implementasi Tol Laut dan Poros Maritim Nasional, karena akan mengubah peta logistik nasional yang lebih berpihak terhadap pertumbuhan kawasan timur Indonesia (KTI),” terangnya belum lama ini di Gedung Pelindo, Jalan Soekarno-Hatta, Makassar.
Doso menjelaskan, ada empat zona pelabuhan di KTI yang akan diberlakukan sistem tersebut, Zona A meliputi Kalimantan bagian Utara-Timur, serta Sulawesi bagian Selatan-Timur,  Zona B meliputi Sulawesi bagian Utara-Barat, dan Zona C meliputi Papuan bagian Utara, serta Ternate dan sekitarnya. Kemudian, Zona D meliputi Papua bagian Selatan dan Kepulauan Maluku.
“Multiport Tarif dapat memberikan pengurangan setara 20 persen hingga 30 persen tarif ke pelabuhan yang diterapkan saat ini. Besarannya secara rata-rata untuk Zona A dan Zona B mengalami pengurangan sebesar 20 persen, sementara Zona C dan D mendapat pengurangan sebesar 30 persen. Kecuali di Pelabuhan Makassar, sebagai pelabuhan terakhir (pelabuhan ekspor),” terangnya.
Saat diberlakukannya masyarakat ekonomi Asean pada 2016 ini, KTI tidak lagi menjadi sebagai penonton, namun sebagai pengekspor berbagai komoditi andalan yang diperhitungkan di tingkat regional maupun internasional. Di sisi lain, terkait program lanjutan untuk implementasi Tol laut di KTI setelah Direct Call dan Multiport Tarif, adalah penyusunan jaringan interkonektivitas antarpelabuhan di KTI.
“Melalui uji coba penerapan Multiport Tarif khusus untuk kapal dan kargo ekspor ini, akan dapat menggairahkan perdagangan, khususnya volume ekspor KTI melalui Pelabuhan Makassar. Sehingga, dapat mewujudkan keinginan Pemprov Sulsel untuk dapat mencapai volume ekspor tiga kali lipat di 2016,” imbuh Doso.