02 January 2016

Makassar Surga Wisata Kuliner

SOP KONRO - Sop Konro dibuat dari daging iga sapi pilihan yang dicampur kuah sup. Di Makassar, menu ini sangat populer, bahkan menjadi salah satu kuliner ikonik “Kota Daeng”. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Bukan hanya wisata alam dan budaya yang ada di Kota Makassar, tetapi juga menjadi surga bagi pecinta kuliner. Banyak makanan khas yang dapat menjadi alternatif pilihan pelancong.
Salah satu kota yang menjadi destinasi wisata kuliner favorit di Indonesia adalah Makassar. Berbagai sudut kota berdiri tempat makan yang menggugah selera untuk menyantapnya. Mulai warung, restoran, hingga tempat megah konsep kafe.
Dari ratusan tempat makan di Makassar, beberapa di antaranya menjadi favorit dan sering direkomendasikan untuk pendatang. Semua tempat tersebut menjual aneka makanan khas Makassar, sebagian besar berjenis daging-dagingan.

Sop Konro dan  Konro Bakar Karebosi

Terletak di Jalan Gunung Lompobattang, di belakang Gedung Bank Indonesia (BI), Sop Konro Karebosi menjadi tempat pilihan utama saat ingin menyantap Sop Konro. Brand-nya diambil dari nama alun-alun Kota Makassar, yang dulunya merupakan tempat pertama warung ini berdiri. Kini Warung Sop Konro milik Haji Hanafi ini harus bergeser tidak jauh dari Lapangan Karebosi.
Sop  Konro dibuat dari daging iga sapi pilihan yang dicampur kuah sup. Sementara, Konro Bakar merupakan daging iga sapi pilihan yang dipanggang dan dipadu bumbu kacang racikan khas Makassar. Untuk satu porsi Konro Bakar, pengunjung merogoh kocek Rp 45 ribu, belum termasuk nasi putihnya. Adapun untuk menu Sop Konro atau Sop Kikil hanya Rp 43 ribu per porsi.
Sebenarnya, di Makassar ada beberapa rumah makan yang menyajikan menu Sop Konro dan Konro Bakar. Namun, tidak seistimewa dan selezat warung Sop Konro dan Konro Bakar Karebosi.

Sop Saudara Jalan Irian

Sop Saudara sebenarnya berasal dari Kabupaten Pangkep, tetapi sudah populer sebagai makanan khas Makassar. Makanan ini perpaduan daging sapi yang berkuah dan dicampur bihun dan adonan kentang yang sudah digoreng.
   Warung sop saudara cukup banyak di Kota Makassar, namun yang menjadi rekomendasi banyak pendatang adalah warung Sop Saudara Jalan Irian. Warung ini buka 24 jam, dan lokasinya berada tidak jauh dari Pasar Sentral Makassar, yang menjadi pusat belanja tradisional dan banyak dikunjungi masyarakat yang ingin mendapatkan produk fashion dengan harga murah.
Warung Sop Saudara Jalan Irian berdiri sejak 1970-an, umumnya ramai dikunjungi pada malam hari. Selain warga Makassar sendiri, juga menjadi pilihan utama para pelancong yang berwisata kuliner malam. Semangkuk Sop Saudara di Jalan Irian dibanderol Rp 20 ribu. Lebih sedap lagi bila dipadu telur bebek matang Rp 4 ribu.

Pallubasa Serigala dan Pallubasa Onta
Menu Pallubasa adalah sup daging sapi yang kuahnya dicampur kelapa goreng. Di Makassar, ada dua tempat makan Pallubasa yang menjadi favorit, Warung Pallubasa Jalan Serigala dan Warung Pallubasa Jalan Onta. Kedua warung ini lokasinya berdekatan. Umumnya nama jalan tempat warung tersebut berlokasi dijadikan merek warung di Makassar.
Di Pallubasa Serigala dan Pallubasa Onta, pengunjung dapat memesan bagian-bagian daging sapi mana kesukaannya. Misalnya, memesan daging pipi atau lidah sapi, atau bisa juga campuran dari semua bagian tubuh sapi. Untuk menambah kelezatannya, pengunjung memesan Pallubasa dicampur telur ayam, yang diistilahkan warga setempat “Pakai Alas”.
Semangkuk Pallubasa Rp 18 ribu, dan yang Pakai Alas Rp 20 ribu. Itu belum termasuk harga nasi putih dan minuman. Dulu, sebelum dibuka ruang tambahan, banyak penggemarnya rela antre di luar warung, menunggu pengunjung lainnya selesai makan.

Coto Makassar Jalan Nusantara

Di Makassar, jumlah warung Coto Makassar mencapai ratusan. Namun hanya ada beberapa warung coto yang patut dikunjungi oleh penggemar wisata kuliner jika sedang berada di Makassar. Salah satu yang paling direkomendasikan adalah warung Coto Nusantara.
Warung yang berlokasi di Jalan Nusantara ini berdiri pertama kali tepat di depan Terminal Peti Kemas, Pelabuhan Makassar. Saat ini, warung coto milik Haji Tutu ini juga sudah membuka cabang di Jalan Merpati Makassar, tepatnya di belakang Bank Sulsel di Jalan Ratulangi, Makassar.
Di Jalan Nusantara warungnya tidak seluas di Jalan Merpati. Namun, suasana yang ramai nan sempit ini menambah sensasi menikmati semangkuk coto panas yang baru dimasak di kuali dengan kayu bakar. Semangkuk Coto Nusantara Rp 22 ribu, dimakan dengan ketupat seharga Rp 1.000 perbijinya.

Menyeruput Hangatnya Sarabba

Rasanya tidak lengkap jika mengunjungi Makassar tidak mencicipi Sarabba. Ini merupakan minuman khas dari ibu kota Sulsel yang banyak dijajakan di berbagai sudut kota ini. Akan tetapi, ada satu ruas jalan yang sangat terkenal dan banyak dikunjungi orang saat ingin menikmati segelas Sarabba, yaitu di Jalan Sungai Cerekang.
Di Jalan Sungai Cerekang, berjejer kedai-kedai dengan Sarabba sebagai sajian utama. Warung ini hanya buka saat malam hari. Satu gelas Sarabba dapat memberi kehangatan bagi siapa saja yang meneguknya. Bahan utama minuman ini adalah jahe dan gula aren, mirip seperti minuman Bandrek kalau di Jawa Barat. Yang membedakannya karena menggunakan santan.
Aroma wangi yang menggoda langsung menyergap hidung begitu Sarabba hadir di depan mata. Pengunjung yang datang akan diberi pilihan pelayan warung, apakah akan menggunakan telur, susu, madu, atau ketiganya. Telur tersebut akan dikocok benar sebelum diguyur dengan panasnya air dari Sarabba, sehingga ketika  meminumnya tidak terasa sama sekali bau amis yang biasanya muncul pada telur mentah. Minuman ini dipercaya juga sebagai penambah stamina tubuh.