08 January 2016

Komunitas Tangan di Atas Makassar Siap Berbagi Inspirasi Bisnis Bersama STIE Nobel

TANGAN DI ATAS - Ketua TDA Makassar, Andi Syahwal Mattuju (lima dari kiri), saat foto bersama stakeholder dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Nobel Makassar. Tangan di Atas (TDA) Makassar merupakan komunitas yang memiliki visi-misi membentuk pengusaha-pengusaha tangguh dan sukses, yang memiliki kontribusi positif bagi negara, dengan nilai-nilai silaturahim, integritas, berpikir terbuka, dan berorientasi tindakan nyata. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Tangan di Atas (TDA) Makassar merupakan komunitas yang memiliki visi-misi membentuk pengusaha-pengusaha tangguh dan sukses, yang memiliki kontribusi positif bagi negara, dengan nilai-nilai silaturahim, integritas, berpikir terbuka, dan berorientasi tindakan nyata.
Latar belakang member TDA Makassar berasal dari berbagai kalangan, seperti wirausaha, karyawan, mantan karyawan yang ingin berwirausaha, dan bahkan mahasiswa. TDA Makassar terbagi tiga kategori, pertama adalah member yang sudah berbisnis penuh dan berupaya meningkatkan bisnisnya ke jenjang lebih tinggi. Kedua, member yang masih bekerja sebagai karyawan dan sedang berupaya untuk pindah kuadran menjadi TDA, dan ketiga adalah member yang masih bekerja aktif sembari berbisnis sambilan.
Pada Rabu (30/12/2015), TDA Center Makassar, Jalan Rusa, Makassar, disambangi Rektor Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Nobel Makassar, Mahsur Razak. Beserta jajaran pimpinan, rombongan STIE Nobel berkunjung dan membangun silaturahmi dengan komunitas TDA Makassar.
Rombongan disambut Ketua TDA Makassar, Andi Syahwal Mattuju, Sekretaris TDA Makassar, Muhammad Junaedi, Koordinator Divisi Pesta Wirausaha TDA, Riski Feriansyah, Koordinator Divisi Edukasi dan Peningkatan Kapasitas TDA, Budi Kurniawan Kamrul, Marketing Communication TDA Makassar, Resti Masyita, dan beberapa member TDA Makassar lainnya.
“STIE Nobel berkomitmen untuk memberikan ilmu dan pengalaman praktis kepada mahasiswa. Sehingga, kami mengundang teman-teman TDA Makassar sebagai praktisi dalam dunia bisnis untuk mengisi kuliah khusus di STIE Nobel,” ujar Rektor STIE Nobel Makassar, Mashur Razak.
Pihaknya berupaya mempererat hubungan kerja sama dengan berbagai instansi maupun organisasi, termasuk TDA yang mengusung visi maupun misi yang sejalan. Ini termasuk kesamaan kedua pihak untuk mengembangakan dan menciptakan wirausahawan yang dapat berkontribusi positif bagi bangsa.
Salah satu bentuk kerja sama yang bakal diimplementaskan, STIE Nobel menawarkan atau mengundang member TDA Makassar untuk mengisi kuliah praktisi bisnis di STIE Nobel. Tawaran ini disampaikan kepada Andi Syahwal Mattuju.
Sementara itu, TDA Makassar juga memberi berbagai tawaran kepada STIE Nobel, salah satunya memfasilitasi mahasiswa STIE Nobel yang ingin magang atau melakukan studi lapangan di perusahaan member TDA Makassar.
Berdasarkan hasil pertemuan, TDA Makassar beserta STIE Nobel sepakat menjalin komitmen yang akan dituangkan dalam nota kesepahaman yang akan ditandatangani bersama dalam waktu dekat.
Sementara itu, Sekretaris TDA Makassar, Muhammad Junaedi, menambahkan, pemahaman dalam bidang akademik penting bagi seorang pengusaha. Oleh karena itu, dengan kerja sama antara TDA Makassar dan STIE Nobel tersebut, pihaknya optimis semakin banyak member TDA Makassar yang memiliki jenjang pendidikan dalam bidang bisnis.
Di akhir pertemuan, Syahwal berharap dengan kedatangan langsung Rektor STIE Nobel Makassar dapat mempererat hubungan silaturahmi dan kerja sama kedua pihak.
Sekadar diketahui, komunitas TDA telah berkembang di 30 kota besar Indonesia, termasuk lima negara di antaranya Singapura, Malaysia, Australia, Hongkong, dan Arab Saudi.