07 January 2016

Kiat Investasi Properti, dari Lokasi hingga Kredit Pemilikan Rumah

APARTEMEN - Salah satu apartemen tengah dibangun di pusat kota, saat diabadikan beberapa waktu lalu. Harga properti akan terus menanjak, terutama dalam kondisi ekonomi yang tengah “bullish” atau menunjukkan tren pertumbuhan. Pasalnya, jumlah pasangan muda yang membeli tanah, apartemen, atau rumah dari tahun ke tahun semakin tinggi. Sementara, ketersediaan tanah semakin terbatas. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Harga properti akan terus menanjak, terutama dalam kondisi ekonomi yang tengah “bullish” atau menunjukkan tren pertumbuhan. Pasalnya, jumlah pasangan muda yang membeli tanah, apartemen, atau rumah dari tahun ke tahun semakin tinggi. Sementara, ketersediaan tanah semakin terbatas.
“Investasi di bidang properti, selain mendapat keuntungan dari harga properti yang makin menanjak, juga mendapat cashflow yang bisa menjadi sumber pendapatan tetap apabila disewakan,” papar tenaga pemasar Tanjung Bunga, Lidya saat ditemui beberapa waktu lalu di kantor pemasaran Tanjung Bunga, Jalan HM Daeng Patompo, Tanjung Bunga, Makasar.
Menurutnya, calon pelaku usaha properti harus fokus membidik investasi, apakah untuk memperoleh pendapatan tetap secara reguler dengan menyewakan properti, atau mendapatkan keuntungan dari selisih nilai jual-beli fisik properti.
“Sayangnya, properti memiliki likuiditas yang rendah. Artinya, bila seseorang hendak menjual properti, dibutuhkan waktu minimal satu-dua bulan, bahkan lebih untuk terjadi transaksi jual beli. Oleh karena itu, pastikan dana darurat selalu tersedia,” sarannya.
Lidya menjelaskan, ada dua jenis investasi properti yang bisa dijajal, yaitu properti komersial seperti rumah toko (ruko) atau condominium hotel (condotel), dan residensial seperti rumah tinggal atau apartemen. “Nah, jika mengincar selisih nilai jual-beli properti, maka beli dan tunggu hingga mencapai nilai tertinggi untuk selanjutnya dijual,” bebernya.
Adapun untuk jenis investasi condotel, selain pendapatan tetap dari uang sewa, pelaku usaha di bidang properti juga mendapat keuntungan tersendiri lantaran dapat tinggal sebelum disewa orang. “Jadi, ada jatah untuk tinggal tanpa harus menyewa mahal-mahal. Menarik, bukan?” tutur wanita yang telah memasarkan berbagai jenis hunian ini.
Untuk berinvestasi di properti, hal penting yang harus diperhatikan adalah lokasi. Pasalnya, lokasi yang strategis dengan daerah yang tidak masuk rawan banjir, tentu saja akan cepat mendongkrak nilai jual properti.
“Selain itu, pertimbangkan biaya-biaya yang akan muncul, seperti kredit bila membeli secara kredit pemilikan rumah (KPR), biaya renovasi, pajak pembeli, biaya notaris, dan sebagainya,” imbuh Lidya.