05 January 2016

Jasbank, Inovasi Jagung Bakar Serut dengan Varian Topping

JASBANK - Pemilik “Jasbank”, Muhammad Rizaldy Natsir, saat ditemui di Kompleks Sentra Bazaar Panakkukang (bekas Pasar Segar), Jalan Pengayoman, Makassar, Senin (4/1). Jasbank yang merupakan akronim jagung, sosis, bakso, nugget, dan kentang, diklaim Rizaldy sebagai jagung bakar serut ber-topping sosis, bakso, nugget, dan kentang pertama di Makassar, bahkan di Indonesia. BLOGKATAHATIKU/EFFENDY W
BLOGKATAHATIKU - Inovasi revolusioner kerap melahirkan karya-karya spektakuler yang dapat mengubah peradaban ke arah lebih baik. Tanpa perlu merunut contoh, banyak karya tersebut masih dapat dinikmati hingga saat ini.
Tentu saja, awalnya karya-karya tersebut berasal dari letikan ide yang diimplementasikan dengan sungguh-sungguh. Tidak peduli segmentasinya, asal dapat berguna bagi banyak orang maka karya tersebut dapat dikatakan adiluhung.
Lantas, bagaimana jika hal tersebut terkait kuliner? Prinsipnya sama saja lantaran semuanya berasal dari inovasi. Itulah yang terbersit di benak Muhammad Rizaldy Natsir, penggagas dan pemilik jagung bakar serut “Jasbank”, saat berpikir untuk menciptakan varian kuliner “baru”.
“Jasbank adalah akronim jagung, sosis, bakso, nugget, dan kentang. Mengapa memilih jenis makanan ini, karena saya melihat menu salad yang notabene berbahan jagung dan buah sangat digemari. Dari sana, saya berpikir untuk mencoba menciptakan menu baru berbahan jagung dengan bahan-bahan tadi,” terangnya, saat ditemui di Kompleks Sentra Bazaar Panakkukang (bekas Pasar Segar), Jalan Pengayoman, Makassar, Senin (4/1).
Menurut Rizaldy, meskipun berbahan dasar jagung, namun varian yang ditawarkannya berbeda dibandingkan suguhan jagung bakar sejenis. “Jagung Jasbank dibakar terlebih dulu, sebelum diserut dan dicampur topping sesuai kesukaan konsumen. Jadi, tidak asal membakar dan menyajikan secara langsung seperti jagung bakar pada umumnya. Selain itu, ada beberapa varian rasa yang saya jual, antara lain pedas, asin, manis, keju, dan, meises, dan coklat,” ulasnya.
Sejak didirikan 12 Oktober 2014, dengan pushcart cabang pertama di Jalan Sunu Raya, Jasbank telah berkembang menjadi empat cabang, di antaranya cabang Sao Eating Lt 4 Mal Ratu Indah (MaRI), Jalan Botolempangan, dan Sentra Bazaar Panakkukang sendiri.
“Harga Jasbank sesuai kantong konsumen, mulai Rp 10 ribu-Rp 25 ribu, tergantung porsi ataupun permintaan topping,” papar pria kelahiran Makassar, 10 Juni 1989 ini.
Untuk menggenjot penjualan Jasbank, bungsu dari tiga bersaudara ini menggunakan sarana media sosial (medsos) seperti Facebook, Twitter, dan Instagram. Namun, yang paling berkontribusi dalam hal promosi adalah sejak bekerja sama dengan Telkomsel melalui Telkomsel Poin.
“Meskipun baru bekerja sama sekitar Agustus 2015 lalu, tetapi tingkat penjualan Jasbank melonjak cepat. Ini dapat dilihat dari transaksi penukaran poin yang rata-rata terjadi setiap hari pada setiap cabang pushcart,” urai Rizaldy.
Meskipun enggan merinci persisnya (omset), akan tetapi dari 100 persen pendapatan, diakuinya 30 persen merupakan kontribusi dari penukaran poin Telkomsel. “Yang pasti, sangat kontributif. Apalagi, komitmen Telkomsel untuk mempromosikan brand Jasbank terealisasi baik dengan lima ribu SMS blast setiap cabang kepada pengguna Telkomsel,” bebernya.
Adapun pihaknya, sebut Rizaldy, menawarkan promo “Buy 2 Get 1 Free” atau beli dua Jasbank gratis satu, cukup dengan menukarkan 20 poin Telkomsel pelanggan. “Saya harap, bisa terus bekerja sama dengan Telkomsel Poin. Begitu juga ke depannya, saat siap mengembangkan usaha ini dengan mewaralabakannya di 2017 mendatang,” tutupnya.