06 January 2016

Genjot Transaksi Nontunai, Bank Sulselbar Kerja Sama BCA Terbitkan Kartu Debit

KARTU DEBIT - PT Bank Sulselbar terus mendukung dan menggenjot peningkatan transaksi nontunai melalui penerbitan kartu debit dengan bekerja sama BCA. Hadirnya kartu debit tersebut, sebagai upaya inovasi program berkelanjutan guna meningkatan kualitas layanan yang lebih baik bagi nasabah. BLOGKATAHATIKU/EFFENDY W
BLOGKATAHATIKU - PT Bank Sulselbar terus mendukung dan menggenjot peningkatan transaksi nontunai melalui penerbitan kartu debit dengan bekerja sama BCA. Hadirnya kartu debit tersebut, sebagai upaya inovasi program berkelanjutan guna meningkatan kualitas layanan yang lebih baik bagi nasabah.
Direktur Bank Sulselbar, Andi Muhammad Rahmat, menjelaskan, kartu debit ini tentunya semakin mempermudah transaksi nasabah dalam memanfatkan layanan transaksi nontunai di sejumlah anjungan tunai mandiri (ATM) berjaringan, seperti ATM Bank Sulselbar, ATM Prima, dan ATM Bersama.
Selain itu, kartu debit itu dapat digunakan sebagai alat pembayaran di sejumlah mesin electronic data capture (EDC) berlogo Prima Debit (Debit BCA) dengan bekerja sama sejumlah merchant.
“Kami meluncurkan kartu debit ini setelah mendapat izin dari Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setelah menanti tiga tahun lamanya. Dengan hadirnya kartu debit tersebut, kami targetkan dapat mendongkrak 10 persen tabungan. Apalagi, kami akan mengerahkan frontliner untuk menawarkan fasilitas baru itu,” terang Rahmat  dalam jumpa pers terkait peluncuran kartu debit Bank Sulselber-BCA di Black Canyon Coffee, Jalan Hertasning, Makassar, belum lama ini.
Dijelaskan, pihaknya menggandeng BCA lantaran basis ke segmen perdagangan sangat kuat, khususnya kerja sama terhadap merchant yang dimiliki bank afiliasi Djarum Group itu. Tahap awal, selama masih soft launching, kartu debit yang diluncurkan masih digunakan kalangan internal Bank Sulselbar, dan dapat digunakan seluruh nasabah mulai 16 Januari 2016.
Di sisi lain, terkait maksimalisasi layanan, pihaknya akan menambah jaringan kantor, baik kantor kas, payment point, maupun mesin ATM. Saat ini, Bank Sulselbar telah tergabung ATM bersama yang memiliki jumlah anggota 83 bank dengan terminal ATM sekitar 49 ribu outlet.
Untuk memberikan benefit tambahan kepada nasabah, Bank Sulselbar bekerja sama ATM Prima/Debit BCA selaku penyelenggara ATM switching terbesar kedua setelah ATM bersama yang memiliki anggota sebanyak 58 bank besar di Indonesia dengan jumlah terminal ATM sekitar 88 unit.
Group Head Perencanaan dan Pengembangan Bank Sulselbar, Diana A Unita, menambahkan, pihaknya akan terus meningkatkan pengguna kartu ATM atau kartu debit Bank Sulselbar. Saat ini, dari 1,8 juta nasabah Bank Sulselbar, hanya sekitar 202.219 nasabah atau hanya sekitar 11,23 persen pengguna ATM per Agustus 2015.
Ditambahkan, posisi triwulan ketiga atau hingga September 2015, secara year on year terlihat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 25,07 persen, yakni dari Rp 9,91 triliun naik menjadi Rp 12,39 triliun.
Sementara itu, market share DPK posisi September 2015 sebesar 16,01 persen dari angka tersebut, giro dibukukan sebesar Rp 7,628 triliun atau naik sebesar 23,95 persen, tabungan sebesar Rp 1,549 triliun atau naik sebesar 10,04 persen, dan deposito sebesar Rp 3,214 triliun atau naik sebesar Rp 25,07 persen. Dari sisi penyaluran kredit bertumbuh sebesar Rp 16,93 persen dari Rp 7,31 triliun menjadi Rp Rp 8,85 triliun.
“Ke depannya, seluruh nasabah akan dibuatkan kartu ATM, baik nasabah, giro, maupun tabungan, dengan berinovasi menggunakan fitur-fitur tambahan, yang diharapkan bisa meningkatkan kelolaan dana, serta memberikan manfaat bagi seluruh nasabah, pemegang saham, dan stakeholder. Begitu juga, bisa menggaet nasabah baru untuk aktif memanfaatkan kartu tersebut,” tandas Diana.