05 January 2016

Gadis yang Melayang di Jembatan Layang (3)

BLOGKATAHATIKU/IST
Gadis yang Melayang di Jembatan Layang (3)
Oleh Effendy Wongso

Gadis yang melayang di jembatan layang....

Asmara bagai lelatu, tiap sebentar
meletup bak butarepan
: maaf, ini cinta yang terluka
girisnya bagai nyaring selolong anjing kejauhan

Gadis yang merupa dahiat
terpinggir oleh raga, tak kasatmata
sungguhkah kau lara dalam nanti?
"Dunia ini bukan tempatmu!"

Tetapi malam ini,
juga kemarin,
di Kuningan Jakarta, pada jalan layang itu
kau senantiasa membayang
dan sesekali duduk di jok belakang mobilku

"Ada apa denganmu, Dara?"
wajahmu nan satir dalam cadar mayang rambutmu
gaunmu bagai mafela berlumur lembayung
dari darah dan amis yang menyeruak dalam baur melati
: diam tak bergeming!

Luka akibat cinta itu merancap
dan enggan pergi bagai terbelenggu sampak
"Aku bunuh diri di jembatan layang ini!"

Aku terbahak,
kelucuan akan diriku yang dianugerahi indigo
apakah sesal atau sebuncah rasa syukur?

Tetapi bukan itu,
bukan itu yang kusesali
sebab pada tiap bilangan kata
: aku bagai pegila yang meracau tentang Kuntilanak!

Oh, gadis yang melayang di jembatan layang itu
datanglah lewat mimpi-mimpiku
sebab hanya itulah satu-satunya cara
agar kita dapat bicara dari hati ke hati

Maaf,
aku iba padamu
: dan jatuh cinta dalam pilu....