05 January 2016

Gadis yang Melayang di Jembatan Layang (2)


BLOGKATAHATIKU/IST
Gadis yang Melayang di Jembatan Layang (2)
Oleh Effendy Wongso

Gadis yang melayang di jembatan layang....

Aura cinta yang wangi terpental di sepenggal jalan
luka itu bagai terancap belati
pada dada dan hatimu
: Lelaki dan selingkuh adalah jelaga hitam
dan tiap sebentar meniriskan hujan airmata

"Aku sudah tidak sanggup hidup
dalam bayang-bayang kalah!"

Kuhela napas dalam diam
wajahmu menubir di kaca spion mobilku,
kala kutengok kau yang merunduk
bertabir semayang rambut legam
: aku di sini sendiri bersama angin dan anyes melati
sungguh, aku yakin kau ada
duduk di belakang dengan wajah pasi
namun tak kasat realita

Kita membisu
bagai lagu sunyi
: kau masih terdiam bagai ada dan tiada
antropoid maya serupa angan nan gaib
dan dalam nalar mereka menyebutmu hantu!

Engkaulah gadis yang dilentuk antosian
multiwarna dalam satu wujud
: tak ada kata, tak ada sapa
hanya tangismu yang lirih menyayat
sendu pilu, giris dan satu-satu
dan aku yakin dalam satu simpul
: senandung itu adalah ruap luka
sakit yang masih membilur dalam elegi

Gadisku, siapa pun engkau,
sudilah bercerita tentang lara
: jangan hanya diam dalam runduk
atau lirikan sendu matamu
yang meneteskan airmata darah
sebab, kaca dan spion mobilku hanyalah mujarad
dan ia tak mampu memupus luka!

Bicaralah,
jangan menghilang dan melayang serupa lelawa
lengkingan dan kikikanmu bukanlah jejawab
gerbang mimpiku senantiasa
mementangkan pintu bagimu
datanglah, datanglah
: gadis yang mati bunuh diri di jembatan layang itu!