19 January 2016

Cukai Sulawesi Lampaui Target 2015

LAMPAUI TARGET - Beberapa barang ilegal yang dimusnahkan saat diabadikan belum lama ini. Kantor Wilayah Bea dan Cukai Sulawesi mencatatkan penerimaan cukai melampaui target yang ditetapkan pada 2015. Target tersebut, Rp 10,222 miliar, tetapi yang berhasil dicapai Rp 10,965 miliar atau sekitar 107,27 persen. Pencapaian tersebut, dipengaruhi sistem penindakan yang sedikit berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Kantor Wilayah Bea dan Cukai Sulawesi mencatatkan penerimaan cukai melampaui target yang ditetapkan pada 2015. Target tersebut, Rp 10,222 miliar, tetapi yang berhasil dicapai Rp 10,965 miliar atau sekitar 107,27 persen. Pencapaian tersebut, dipengaruhi sistem penindakan yang sedikit berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kantor Wilayah (Kanwil) Bea dan Cukai Sulawesi, Agus Amiwijaya, mengatakan, mulai 2015 pihaknya tidak memakai cara represif tetap lebih bersifat edukasi. “Kami mengedukasi pemilik toko, dari edukasi ini, mereka akan melaporkan jika menemukan rokok atau barang lain yang ilegal,” bebernya belum lama ini saat ditemui di Kanwil Bea dan Cukai, Jalan Satando, Makassar.
Dijelaskan, meskipun penerimaan dari cukai melebihi target, namun penerimaan dari bea keluar justru sangat jauh dari target, yakni sebesar Rp 120 miliar dari target Rp 865 miliar atau hanya sekitar 13,88 persen. 
“Tidak tercapainya target tersebut, karena dipengaruhi turunnya harga CPO atau kelapa sawit yang mencapai 750 dolar AS per metrik ton, sehingga tidak bisa dikenai bea keluar. Hal itu juga diperkuat larangan impor mineral sejak 2014 lalu, dan aturan yang tidak mengenakan bea keluar untuk ekspor mineral, selain ekspor coklat,” urai Agus saat ditemui belum lama ini di Kanwil Bea dan Cukai, Jalan Satando, Makassar.
Sementara itu, capaian penerimaan dari bea tersebut, sudah mendekati 100 persen, yakni sebesar Rp 293,677 miliar atau 97,79 persen dari target Rp 300 miliar. “Kendala pencapaian terget untuk bea secara umum tidak ditemui, hanya sebagian besar impor industri, banyaknya yang bea masuknya nol,” imbuhnya.
Kepala Kanwil Bea dan Cukai Sulawesi, Ashar Rasyidi, menambahkan, mengenai target di 2016, pihaknya belum merilis patokan target. Kendati belum ada keputusan menyoal target dari kantor pusat, tetapi proyeksi target tidak jauh dari pencapaian 2015 lalu yang berkisar 97 persen.
“Mengenai bea keluar yang jauh dari target, ini disebabkan bea keluar yang besarnya nol persen lantaran CPO turun. Kalau harga CPO 750 dolar AS hinbgga 800 dolar AS per metrik ton, maka tidak dikenakan bea keluar. Di atas itu, baru dikenakan bea keluar,” paparnya.
Ke depannya, pihaknya berharap dapat mengefektifkan analisis terhadap pemberitahuan nilai pabean dan klasifikasi barang untuk meningkatkan pencapaian bea tahun ini.
“Selain itu, kami akan meningkatkan pengawasan dengan bekerja sama Polri dan TNI atas masuknya barang ilegal. Dengan demikian, akan semakin tertib sehingga kebocoran bisa diminimalisir dan dapat meningkatkan penerimaan,” tutup Agus.