22 January 2016

Cafe Seaweed Jadikan Rumput Laut sebagai Bahan Menu Sehat

RUMPUT LAUT - Salah seorang karyawan Cafe Seaweed saat memamerkan menu “Mi Goreng Rumput Laut” di Cafe Seaweed, Jalan Jalan Anggrek Raya, Makassar, Minggu (25/10). Hampir semua menu di Cafe Seaweed, baik makanan maupun minuman, menggunakan ekstrak rumput laut. BLOGKATAHATIKU/ANITA ANNY
BLOGKATAHATIKU - Rumput laut atau lebih tepatnya gulma laut, merupakan alga makroskopik yang hidup di perairan. Serupa alga lainnya, rumput laut tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati. Seluruh bagian rumput laut disebut talus (thallus). Talus pada rumput laut ada yang tanpa percabangan, tetapi ada juga yang bercabang dengan sifat lunak, keras diliputi zat kapur, berserabut, hingga yang serupa tulang rawan.
Karena tidak memiliki akar, rumput laut hidup dengan menempel pada substrat (fitobintes), baik pasir, lumpur, kayu, karang mati, maupun kulit kerang. Rumput laut hidup di perairan laut dangkal hingga kedalaman 200 meter. Daerah sebarannya mulai perairan beriklim tropis, subtropis, hingga perairan dingin.
Di Makassar, ada satu tempat hangout yang cerdas berinovasi menggunakan rumput laut menjadi menu jualannya, Cafe Seaweed. “Kenapa rumput laut sebagai bahan menu, karena saya lebih mengutamakan unsur kesehatannya, lepas dari apa bentuk menu tersebut nantinya, baik makanan maupun minuman,” terang pemilik Cafe Seaweed, Arman Arfah saat ditemui belum lama ini di Cafe Seaweed, Jalan Anggrek Raya, Makassar.
Dijelaskan, banyak manfaat rumput laut baik bagi kesehatan, seperti mencegah pengeroposan tulang karena kalsium yang dihasilkan memiliki kandungan lima kali lebih besar dibandingkan susu. “Selain itu, mengomsumsi rumput laut juga dapat mencegah kanker, karena kandungan vitamin C-nya terdapat antioksidan,” papar pria yang menjabat Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Rumput Laut Indonesia (Asruli) ini.
Arman membeberkan, ada beberapa cara menambahkan rumput laut ke dalam makanan. “Lembaran rumput laut yang diratakan, digunakan untuk menggulung sushi. Juga, dapat menambahkan rumput laut ke dalam sandwich atau menambahkan ke dalam salad atau sup,” urainya.
Ditambahkan, untuk rumput laut coklat atau hijau, dapat ditambahkan ke roti, pizza, kentang, pasta, casserole, rebusan, dan sup. Atau membuat keripik rumput laut dengan tambahan manfaat minyak zaitun ke potongan rumput laut segar dan dipanggang sampai renyah.
“Di Indonesia, rumput laut masih kurang dikreasikan sebagai bahan makanan lain. Kebanyakan, masyarakat hanya tahu jika rumput laut itu untuk agar-agar. Padahal, banyak olahan makanan yang bisa dimanfaatkan menggunakan ekstrak rumput laut,” ulas Arman.
Untuk itu, ia berinisiatif mengkreasikan rumput laut dalam racikan menu di kafenya. “Hampir semua menu makanan maupun minuman yang saya sajikan di Cafe Seaweed menggunakan rumput laut. Selain ingin memasyarakatkan rumput laut, saya ingin pelanggan cerdas untuk hanya mengkonsumsi makanan sehat,” imbuh kelahiran Bone ini.
Terkait tanggapan pasar terhadap menu yang terbilang “baru” di Makassar itu, meskipun enggan menyebut omset, Arman mengatakan animonya cukup besar. “Sejak buka di pertengahan 2015 lalu, tanggapan masyarakat cukup bagus. Ini didorong karena unsur healthy-nya. Apalagi, ekstrak rumput laut ini saya sajikan dalam menu-menu populer seperti mi goreng, nasi goreng, jus, salad, dan lain-lain. Adapun harganya cukup terjangkau, antara Rp 18 ribu-Rp 50 ribu per porsi,” ujarnya.