29 January 2016

BI Proyeksi Ekonomi Sulsel Tumbuh 8,5 Persen

TUMBUH - Bank Indonesia (BI) memprediksi 2016 pertumbuhan ekonomi Sulsel bisa mencapai 8,5 persen atau meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya berada pada kisaran tujuh persen hingga delapan persen. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Bank Indonesia (BI) memprediksi 2016 pertumbuhan ekonomi Sulsel bisa mencapai 8,5 persen atau meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya berada pada kisaran tujuh persen hingga delapan persen.
Kepala Kantor Perwakilan BI Wilayah Sulsel, M Dadi Aryadi, menuturkan, kondisi ekonomi Sulsel tahun ini lebih baik dibandingkan 2015 lalu, meskipun proyeksi ke depannya kondisi perekonomian secara global masih menghadapi ketidakpastian.
“Ketidakpastian ekonomi global ini rentan menimbulkan gejolak dan kompleksitas yang tinggi. Indikasi itu bersumber dari risiko-risiko terkait yang sudah kami amati dan cermati sebelumnya. Ada tiga risiko utama yang perlu diantisipasi dan disikapi, di antaranya terkait prospek pertumbuhan ekonomi secara global, penurunan harga komoditas yang diperkirakan masih berlanjut di 2016 yang sejalan berakhirnya supercycle harga komoditas,” bebernya belum lama ini, usai pertemuan tahunan BI di Baruga Mangkasara, Gedung BI Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar.
Menurut Dadi, pertumbuhan ekonomi Sulsel 2016 bisa mencapai 7,5 persen hingga 8,5 persen. Tidak hanya itu, prospek inflasi Sulsel tahun ini diperkirakan stabil, yakni dikisaran empat plus satu persen, di mana pada November 2015 mencapai 6,62 persen.
“Salah satu faktor pendorong penurunan inflasi, yaitu tren perkembangan komoditas strategis atau bahan bakar minyak (BBM) yang masih terus turun,” urainya.
Dadi menyebutkan, kondisi Sulsel yang di bawah tekanan, berhasil dieliminir sektor pertanian yang cukup bagus. “Ini mempengaruhi kinerja ekonomi Sulsel pada triwulan ketiga 2015 lalu, yang berhasil mengangkat perekonomian menjadi 7,34 persen. Capaian ini jauh di atas nasional yang hanya sekitar 4,73 persen,” imbuhnya.
Sementara dari sisi kinerja perbankan di Sulsel, terus mengalami peningkatan secara signifikan hingga Oktober 2015. “Posisi aset mencapai Rp 112 triliun, dana pihak ketiga (DPK) Rp 72 triliun, kredit Rp 90 triliun, dan non performing loan (NPL) sebesar 3,85 persen,” urainya.
Untuk mencapai pertumbuhan pada 2016, Dadi menekankan pentingnya upaya maupun terobosan guna meningkatkan ekspor. Hal itu dapat direalisasikan dengan melepaskan ketergantungan pada sektor impor dan menggenjot ekspor berbasis sumber daya alam.
Tidak hanya itu, BI senantiasa mendukung program pemerintah, di antaranya percepatan perkembangan infrastruktur, baik kebijakan dalam arti fisik maupun yang bersifat nonfisik. “Untuk itulah, kami berkomitmen untuk memperkuat pembangunan melalui sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Salah satunya melalui pendidikan dan pelatihan yang tepat serta inovatif,” tandasnya.