02 January 2016

Arah Kebijakan Agrobisnis

REVITALISASI - Program revitalisasi pertanian yang dicanangkan pemerintahan sebelumnya di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dilatarbelakangi fakta empiris sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan masih tetap berperan vital dalam mewujudkan tujuan nasional untuk memajukan kesejahteraan umum. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Program revitalisasi pertanian yang dicanangkan pemerintahan sebelumnya di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dilatarbelakangi fakta empiris sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan masih tetap berperan vital dalam mewujudkan tujuan nasional untuk memajukan kesejahteraan umum.
Kendati demikian, vitalitas kinerja sektor ini cenderung mengalami “degradasi” sehingga perlu segera direvitalisasi secara sungguh-sungguh. Revitalisasi pertanian merupakan pernyataan politik pemerintah untuk menjadikan sektor pertanian sebagai prioritas pembangunan nasional.
Agenda pokok revitalisasi pertanian adalah membalik tren penurunan serta mengakselerasi peningkatan produksi dan nilai tambah usaha pertanian. Faktor kunci untuk itu membutuhkan stimulus peningkatan dan perluasan kapasitas produksi melalui renovasi maupun restrukturisasi agrobisnis, kelembagaan, maupun infrastruktur penunjang.
Peningkatan dan perluasan kapasitas produksi diwujudkan melalui investasi bisnis maupun investasi infrastruktur. Pada intinya, investasi adalah modal yang digunakan untuk meningkatkan atau memfasilitasi peningkatan kapasitas produksi.
Sasaran jangka panjang pembangunan sektor pertanian yang telah dicanangkan, bahkan pada masa Orde Baru adalah terwujudnya sistem pertanian industrial yang berdaya saing, mantapnya ketahanan pangan secara mandiri, terciptanya kesempatan kerja penuh bagi masyarakat pertanian, dan mengentaskan masyarakat pertanian dari kemiskinan dan tercapainya pendapatan petani yang mumpuni.
Untuk mewujudkan sasaran tersebut, garis-garis besar kebijakan yang bisa dilakukan, antara lain membangun basis bagi partisipasi petani, meningkatkan potensi basis produksi dan skala usaha pertanian, mewujudkan pemenuhan kebutuhan sumber daya insani pertanian yang berkualitas, serta mewujudkan pemenuhan kebutuhan infrastruktur pertanian.
Selain itu, garis-garis besar kebijakan yang dapat merealisasikan sektor pertanian yang ideal adalah mewujudkan sistem pembiayaan pertanian tepat guna, mewujudkan sistem inovasi pertanian, penyediaan sistem insentif dan perlindungan bagi petani, mewujudkan sistem usaha tani bernilai tinggi melalui intensifikasi-diversifikasi, serta pewilayahan pengembangan komoditas unggulan.
Guna mewujudkan agroindustri berbasis pertanian domestik di pedesaan, pemerintah dan pemangku kepentingan terkait perlu mewujudkan sistem rantai pasok terpadu berbasis kelembagaan pertanian yang kokoh. Sehingga, dengan menerapkan praktik pertanian dan manufaktur yang baik, sekaligus dapat mewujudkan pemerintahan yang baik, bersih, serta berpihak kepada petani dan pertanian.