14 January 2016

2016, BEI Makassar Target 10.000 Investor di Pasar Modal

INVESTOR BARU - Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Makassar, Fahmin Amirullah saat menyampaikan sambutan dalam lokakarya jurnalis bertajuk “Transforming Saving Society to Investing Society, Yuk Nabung Saham” di kantor BEI, Jalan Ratulangi, Makassar, Selasa (12/1). BEI Makassar menargetkan sekitar 100 persen penambahan investor di pasar modal pada 2016. Ini berarti, BEI Makassar memproyeksi dapat menggaet 5.180 investor baru dari 5.526 investor per Desember 2015. Dengan demikian, bakal ada lebih 10 ribu investor di tahun ini. BLOGKATAHATIKUANITA ANNY
BLOGKATAHATIKU - Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Makassar menargetkan sekitar 100 persen penambahan investor di pasar modal pada 2016. Ini berarti, BEI Makassar memproyeksi dapat menggaet 5.180 investor baru dari 5.526 investor per Desember 2015. Dengan demikian, bakal ada lebih 10 ribu investor di tahun ini.
Kepala Edukasi dan Informasi Area 2 BEI, Nurharjantie, mengatakan, potensi market pasar modal Makassar sangat menjanjikan. Bahkan, Makassar merupakan daerah dengan urutan ketiga setelah Jakarta dan Surabaya sebagai daerah yang memiliki investor saham terbanyak.
“Potensi investor di pasar modal masih sangat baru, karena masih sekitar 435 ribu investor dari total jumlah penduduk di Indonesia. Untuk itu, kami gencar melakukan edukasi dan sosialisasi terkait pasar modal dengan membidik daerah yang potensial, salah satunya Makassar. Ini agar masyarakat lebih paham tentang pasar modal,” terangnya dalam lokakarya jurnalis bertajuk “Transforming Saving Society to Investing Society, Yuk Nabung Saham” di kantor BEI, Jalan Ratulangi, Makassar, Selasa (12/1).
Selain itu, pihaknya juga gencar ekspansi kantor baru di 34 provinsi, sehingga akses BEI semakin mudah. “Rencananya, ada 19 kantor pasar modal di kawasan timur Indonesia (KTI) yang akan dibuka, di antaranya Palu, Kendari, Mamuju, Manado, Gorontalo, Ambon, dan Manokowari. Di Makassar sendiri, terdapat 14 perusahaan sekuritas,” beber Nurharjantie.
Sementara itu, Kepala BEI Makassar, Fahmin Amirullah, menambahkan, untuk berinvestasi di pasar modal tidak mesti dari kalangan menengah atas. Bahkan, untuk menjadi investor sangat mudah karena hanya mempelajari mekanisme produk tabungan saham.
“Kami gencar melakukan edukasi guna meningkatkan literasi keuangan terkait pasar modal. Dengan semakin gencarnya edukasi tersebut, kami targetkan jumlah transaksi bisa lebih meningkat, sekitar Rp 600 miliar per bulan tahun ini,” bebernya.
Dijelaskan, pada 2015 lalu, transaksi berada pada kisaran Rp 500 miliar per bulan. “Untuk menggenjot transaksi, kami akan membuka beberapa Galeri BEI untuk memudahkan interaksi dengan masyarakat, agar mereka melek pasar modal,” imbuh Fahmin.
Selain membuka Galeri BEI, organisasi regulator mandiri ini meluncurkam program “Yuk Nabung Saham”. “Yuk Nabung Saham, sama saja dengan menabung tetapi tabungan mereka dibelikan saham atau reksadana,” ulasnya.
Adapun beleidnya, investor memberikan instruksi kepada sekuritas untuk dibelikan saham setiap bulan dengan harga tertentu, minimal Rp 100 ribu. “Dengan progam ini, kami berharap masyarakat tidak hanya sadar pentingnya menabung, namun juga paham keuntungan berinvestasi untuk masa depan,” tutup Fahmin.