25 December 2015

Wali Kota Makassar Tegaskan Seleksi Kepsek Bebas Beking

BEBAS BEKING - Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, saat diabadikan belum lama ini. Ramdhan menegaskan, proses seleksi jabatan kepala sekolah (Kepsek) yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, bebas dari biaya apapun, termasuk “Dekkeng” atau beking. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, menegaskan, proses seleksi jabatan kepala sekolah (Kepsek) yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, bebas dari biaya apapun.
Hal tersebut ditegaskan Danny, demikian sapaan akrab Ramdhan, saat meninjau tes seleksi Kepsek untuk tingkat SD, SMP, SMU, serta SMK di Gedung SMU 16 dan SMP 2, Jalan Amanagappa, Makassar, Senin (21/12). Wali Kota Makassar tampak ditemani Kepala BKD, Baso Amiruddin, dan Kadis Pendidikan Makassar, Alimuddin Taraweh.
Ramdhan juga terlihat memasuki beberapa ruangan tes sembari mengingatkan, ujian lelang jabatan Kepsek bebas dari biaya apapun dan tidak memerlukan “Dekkeng” atau beking dari dari siapapun. 
“Dalam lelang jabatan Kepsek ini, Anda tidak perlu bayar membayar apalagi pakai orang sebagai beking, karena hasil lelang ini nantinya murni berdasarkan kemampuan individu calon Kepsek,” tegasnya.
Lebih Jauh, Ramdhan menjelaskan, lelang jabatan Kepsek tersebut merupakan revolusi pendidikan yang diterapkannya di Makassar. Pasalnya, selama ini dunia pendidikan sangat rentan adanya praktik suap dan jual beli jabatan. Makanya, lelang jabatan Kepsek adalah jawaban dari semua itu. 
“Ini merupakan bentuk revolusi dalam dunia pendidikan, khususnya di Makassar, karena saya juga banyak mendapatkan informasi tentang praktik suap serta jual beli jabatan Kepsek. Sehingga, adanya lelang ini bisa mengubah semua stigma negatif terhadap dunia pendidikan, khususnya di Makassar,” bebernya.
Salah seorang peserta lelang Kepsek SD, Andi Rini T, mengungkapkan rasa bahagianya karena dengan adanya lelang, membuka peluang guru yang memenuhi syarat untuk menjadi Kepsek. Ini sekaligus menghilangkan kesan, untuk menjadi Kepsek harus membayar dan bukan berdasarkan kemampuan.
“Ini langkah yang sangat baik dari Pemkot Makassar, karena Kepsek yang terpilih nantinya murni hasil kemampuannya, dan bukan dari hasil membayar,” ungkapnya.
Data dari Dinas Pendidikan Kota Makassar, mencatat sebanyak 1.385 peserta yang telah mendaftar, dan 473 di antaranya telah dinyatakan gugur dalam kelengkapan berkas dan persyaratan.