12 December 2015

Wali Kota Makassar Dukung Ranperda Inisiatif DPRD

RANPERDA - Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, menilai dua rancangan peraturan daerah (Ranperda) yang diprakarsai masing-masing Komisi C dan D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, serta Ranperda tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan, dinilai telah layak mengingat pertumbuhan sektor ekonomi Makassar semakin tinggi. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, menilai dua rancangan peraturan daerah (Ranperda) yang diprakarsai masing-masing Komisi C dan D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, serta Ranperda tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan, dinilai telah layak mengingat pertumbuhan sektor ekonomi Makassar semakin tinggi.
Ramdhan mengemukakan, pihaknya menyambut baik prakarsa DPRD dalam inisiatif menyusun dua Ranperda tersebut, yang diharapkan menuai landasan hukum atas apa yang telahn dilakukan selama ini.
“Ini terutama dalam hal mengoptimalkan pengelolaan lingkungan hidup, serta meningkatkan peran pelaku usaha dalam pembangunan dan pencapaian kesejahteraan rakyat,” terangnya dalam rapat paripurna belum lama ini di Gedung DPRD, Jalan AP Pettarani, Makassar.
Menurutnya, perlindungan serta pengelolaan lingkungan hidup sangatlah penting. Pasalnya, hal tersebut sesuai Undang-undang Nomor 32/2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, sebagai upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup.
Imlementasi Ranperda juga untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan hidup yang meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengendalian pemeliharaan, dan penegakan hukum.
“Saya berharap, melalui Ranperda inisiatif dewan ini, nantinya dapat menjawab berbagai hambatan selama ini. Sehingga, pelaksanaan kegiatan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan tersebut, bisa lebih dimaksimalkan lagi demi kesejahteraan masyarakat Kota Makassar sendiri,” ujar Ramdhan.
Ditambahkan, dalam mengelola program corporate social responsibility (CSR), pihaknya harus mengedepankan pendekatan persuasif dan kesepahaman. “Dalam pembahasan Ranperda, harus diatur tentang mekanisme reward and punhisment, sebagai penghargaan dan penegasan,” tandasnya.