12 December 2015

Takabonerate, Karang Atol Terbesar Ketiga di Dunia

BLOGKATAHATIKU - Nama Taman Nasional Taka Bonerate sudah sangat sohor sejak dulu. Pesona alam yang indah, dan karang atolnya terbesar ketiga di dunia. Menjadikan tempat ini surga bagi para penyelam.
Taman Nasional Takabonerate memiliki karang atol terbesar ketiga di dunia, setelah Kwajifein di Kepulauan St Marshal dan Suvadiva di Kepulauan Maldives. Luas atol tersebut sekitar 220 ribu hektare, dengan terumbu karang yang tersebar datar seluas 500 kilometer persegi. Tempat ini merupakan objek wisata bahari natural.
Keindahan pantai dengan pesona alam bawah lautnya, menjadikan tempat ini terkenal hingga ke mancanegara. Musim kunjungan terbaik adalah April sampai Juni, dan Oktober sampai Desember setiap tahunnya.
Takabonerate terletak di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel. Sekitar 25 kilometer dari Benteng, yang  merupakan ibu kota Kabupaten, atau sekitar 300 kilometer dari Kota Makassar. Secara geografis, Takabonerate masuk dalam kawasan laut Flores. Untuk menuju ke Taman Nasional Takabonerate, wisatawan dapat menggunakan pesawat dari Bandara Intrenasional Sultan Hasanuddin Makassar menuju Bandara H Aeropala Kabupaten Selayar, dengan waktu sekitar 40 menit.
Apabila memilih jalur darat dari Kota Makassar, pelancong akan melewati jalan poros Trans Sulawesi (Makassar-Bulukumba). Kemudian dari pusat kota Bulukumba, perjalanan dilanjutkan menuju Pelabuhan Tanjung Bira. Dari situ, harus melewati jalur laut dengan menggunakan kapal feri selama dua jam ke Pelabuhan Pamatata (Selayar). Kemudian dilanjutkan ke Benteng (Ibukota Selayar) dengan waktu sekitar dua jam. Setelah itu untuk melanjutkan perjalanan dari Benteng ke Takabonerate, dapat dilakukan melalui dua pilihan jalur, Benteng-Tinabo dan Benteng-Jinato.
Ada sekitar 15 pulau di Taman Nasional Takabonerate. Sangat ideal untuk kegiatan menyelam, snorkeling, dan wisata bahari lain. Topografi kawasan sangat unik dan menarik, pasalnya atol yang terdiri dari gugusan pulau-pulau gosong karang dan rataan terumbu yang luas dan tenggelam, membentuk pulau-pulau dengan jumlah yang cukup banyak. Di antara pulau-pulau gosong karang, terdapat selat-selat sempit yang dalam dan terjal.
Pada bagian permukaan rataan terumbu, banyak terdapat kolam kecil yang dalam dan dikelilingi terumbu karang. Pada saat air surut terendah, terlihat jelas daratan kering dan diselingi genangan air yang membentuk kolam-kolam kecil.
Terdapat sekitar 295 jenis ikan karang dan berbagai jenis ikan konsumsi yang bernilai ekonomis tinggi, seperti Kerapu (Epinephelusspp), Cakalang (Katsuwonusspp), Napoleon (Cheilinusundulatus), dan Baronang (Siganussp). Sebanyak 244 jenis moluska di antaranya Lola (Trochusniloticus), Kerang Kepala Kambing (Cassiscornuta), Triton (Charoniatritonis), Batulaga (Turbospp), Kima Sisik (Tridacnasquamosa), Kerang Mutiara (Pinctadaspp), dan Nautilus Berongga (Nautilus pompillius).
Terumbu karang yang sudah teridentifikasi sebanyak 261 jenis dari 17 famili, di antaranya Pocillopora Eydouxi, Montipora Danae, Acropora Palifera, Porites Cylindrica, Pavona Clavus, Fungia Concinna, dan lain-lain. Sebagian besar jenis-jenis karang tersebut telah membentuk terumbu karang atol (Barrier Reef) dan terumbu tepi (Fringingreef). Semuanya merupakan terumbu karang yang indah dan relatif masih utuh.
Sejak 2005, Taman Nasional Takabonerate telah dicalonkan UNESCO untuk menjadi Situs Warisan Dunia. Dalam rangkaian hari jadi Kepulauan Selayar di lokasi ini, setiap tahunnya diadakan festival bertajuk Sail Takabonerate atau sebelumnya disebut Takabonerate Island Expedition.
Pada zaman Kerajaan Bone, kawasan Taman Nasional Takabonerate dinamakan Bone Riattang, artinya kerajaan Bone di sebelah selatan, atau gundukan pasir di selatan. Pada zaman Kerajaan Gowa disebut Bone Irate, artinya kerajaan Gowa di sebelah selatan, ataupun gundukan pasir di selatan. Tetapi, ada pula yang mengartikan Takabonerate sebagai hamparan karang di atas pasir.
Penduduk yang menetap di kawasan Takabonerate telah mencapai 5.101 jiwa, yang tersebar di beberapa pulau, antara lain Pulau Rajuni 1.272 jiwa, Pulau Tarupa 1.204 jiwa, Pulau Latondu 512 jiwa, Pulau Jinato 651 jiwa, dan Pulau Pasi Tallu 1.462 jiwa.
Selain objek wisata bahari, kawasan ini juga mempunyai beberapa tempat bersejarah seperti Taka Mariam, di mana terdapat meriam kuno milik tentara Belanda dan Takagantarang yang menyimpan meriam kembar milik pedagang-pedagang Tiongkok masa lampau.

Gelar Investor Gathering di Bali

Untuk mempromosikan potensi pariwisata di Kepulauan Selayar, Pemerintah Daerah (Pemda) Kepulauan Selayar menggelar gathering dengan para pelaku pariwisata. Acara berlangsung Kamis (17/12) di Crystal Kuta Hotel, Bali.
Peserta yang terlibat adalah para penggiat pariwisata, seperti pengusaha hotel, pelaku bisnis tour dan travel, wisatawan, pemandu wisata, serta praktisi terkait pariwisata. “Acara ini semacam pertemuan antara seller dan buyer,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kepulauan Selayar, Kadhafi.
Para peserta yang hadir akan mendapatkan informasi yang komprehensif mengenai potensi pariwisata Bumi Tanadoang (julukan Kepulauan Selayar). Hadir sebagai pembicara Kepala Balai Taman Nasional Takabonerate, Jusman, CEO Oso Group, Tanri Abeng, Bupati Kepulauan Selayar, Syamsibar MH, dan Terje Hole Nilsen dari Paradise Property Group.
Menurut Kadhafi, dipilihnya Bali sebagai tempat pelaksanaan acara, karena daerah tersebut merupakan pusat aktivitas pariwisata sekaligus menjadi ikon pariwisata di Indonesia. Ratusan peserta hadir pada acara ini.
Beberapa hal yang dipaparkan pada acara gathering di Bali itu, di antaranya keberadaan perairan Kepulauan Selayar dengan karang atol terbesar ketiga di dunia, setelah Kepulauan Maldives dan St Marshal. Status Taman Nasional Takabonerate sebagai salah satu cagar biosfir dunia, poros pariwisata bahari, dan berbagai potensi wisata di Kepulauan Selayar yang belum banyak terpublikasi.
Beberapa bulan lalu, Selayar sukses menggelar kegiatan berskala internasional, seperti lomba foto Indonesia World Photography Competition (IWPC), Takabonerate Island Expedition (TIE), menjadi salah satu tujuan sail Indonesia, dan beberapa kegiatan lain.