28 December 2015

Sensus Ekonomi 2016, Indikator Ekonomi Nasional Era MEA

SENSUS EKONOMI 2016 - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Nursam Salam dalam sambutannya di acara Sosialisasi Sensus Ekonomi 2016 di Sandeq Ballroom, Lt 1 Hotel Grand Clarion Makassar, Jalan AP Pettarani, Makassar, Senin (28/12/2015). BPS akan menggelar Sensus Ekonomi 2016 (SE2016) serentak di seluruh Indonesia pada 1-31 Mei 2016. Kegiatan yang merupakan perhelatan keempat periode sepuluh tahunan yang sudah diadakan sejak 1986 tersebut, mengusung tema “Menyediakan Informasi untuk Pengembangan Usaha dan Daya Saing Bangsa”. Nantinya, petugas SE2016 bakal mendata seluruh pelaku usaha, kecuali sektor pertanian. BLOGKATAHATIKU/ANITA ANNY
BLOGKATAHATIKU - Masuknya era perdangangan bebas di kawasan Asia Tenggara atau lebih dikenal sebagai masyarakat ekonomi Asean (MEA) di 2016, memaksa stakeholder dan para pelaku ekonomi di Indonesia untuk dapat menciptakan program ekonomi yang representatif agar dapat bersaing terhadap negara lainnya di Asean, bahkan dunia secara global.
Untuk itu, Badan Pusat Statistik (BPS) akan menggelar Sensus Ekonomi 2016 (SE2016) serentak di seluruh Indonesia pada 1-31 Mei 2016. Kegiatan yang merupakan perhelatan keempat periode sepuluh tahunan yang sudah diadakan sejak 1986 tersebut, mengusung tema “Menyediakan Informasi untuk Pengembangan Usaha dan Daya Saing Bangsa”. Nantinya, petugas SE2016 bakal mendata seluruh pelaku usaha, kecuali sektor pertanian.
“Kami memandang penting sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada para pelaksana sensus di Mei 2016 mendatang. Kami juga akan memberi arahan sebelum terjun untuk mengumpulkan data di lapangan,” terang Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam dalam sambutannya di acara Sosialisasi Sensus Ekonomi 2016 di Sandeq Ballroom, Lt 1 Hotel Grand Clarion Makassar, Jalan AP Pettarani, Makassar, Senin (28/12/2015).
Selain bertujuan mengumpulkan data dasar seluruh kegiatan ekonomi, data SE2016 tersebut bakal digunakan sebagai landasan untuk menyusun kebijakan, perencanaan, dan evaluasi pembangunan. Ada lima provinsi besar yang menjadi indikator kesuksesan SE2016. Dari lima provinsi ini, Sulsel adalah salah satunya, sementara lainnya adalah DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sumatera Utara. BPS Sulsel sendiri akan menerjunkan tujuh ribu petugas sensus.
“SE2016 memiliki peran penting menghadapi MEA 2016. Pasalnya, data atau informasi terkait sensus ekonomi ini, menjadi landasan penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan maupun regional. Tidak hanya itu, melalui data yang ada akan diketahui daya saing bisnis di Indonesia, serta penyediaan kebutuhan usaha seperti tenaga kerja dan lain-lain,” beber Nursam.
Ditambahkan, data tersebut juga dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk mengambil keputusan investasi dan kebijakan terkait ekonomi lainnya. Sehingga, gambaran lengkap tentang level dan struktur ekonomi non pertanian, termasuk informasi dasar dan karakteristiknya, dapat terangkum dan menjadi pedoman bagi pelaku usaha atau siapapun yang membutuhkannya, baik akademisi maupun masyarakat secara umum.
Dalam kegiatan sosialisasi, BPS Sulsel menghadirkan Guru Besar Sosiologi Kependudukan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Prof Tahir Kasnawi yang membawakan materi “Pemanfaatan Data Sensus Ekonomi”. Kegiatan juga dihadiri pegawai BPS dari kabupaten/kota di Sulsel, humas yang membidangi data pada satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Sulsel, dan wartawan dari sejumlah media massa di Makassar.