22 December 2015

Safety Riding Analyst Astra Motor Berbagi Tips Aman Berkendara Saat Hujan

SAFETY RIDING ASTRA MOTOR - Sesuai ramalan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bulan ini sebagaian besar wilayah Indonesia telah diguyur hujan berintensitas tinggi. Akibatnya, jalanan mulai digenangi air dan menjadi licin ketika basah sehingga risiko berkendara semakin tinggi. Untuk itu, Safety Riding Astra Motor melansir cara yang tepat dan aman saat berkendara di musim hujan. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Sudah amankah cara seseorang berkendara di saat hujan? Safety Riding Astra Motor melansir cara yang tepat dan aman saat berkendara di musim hujan.
Sesuai ramalan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bulan ini sebagian besar wilayah Indonesia telah diguyur hujan berintensitas tinggi. Akibatnya, jalanan mulai digenangi air dan menjadi licin ketika basah sehingga risiko berkendara semakin tinggi.
Pengendara motor diimbau untuk meningkatkan konsentrasi, memastikan hal-hal yang menunjang keselamatan berkendara, dan mengutamakan safety riding selama berkendara.
Sehubungan hal tersebut, Safety Riding Analyst Astra Motor selaku Main Dealer sepeda motor Honda, Michael Gerald, Senin (21/12), menjelaskan, pengendara sepeda motor sebaiknya memerhatikan safety riding dalam berkendara, baik dari segi peralatan penunjang maupun cara berkendara ketika hujan.
“Helm standar nasional Indonesia (SNI) merupakan piranti wajib dalam mengendarai sepeda motor, baik saat normal maupun hujan. Namun, sebaiknya helm yang digunakan saat kondisi hujan adalah helm jenis full face, agar sewaktu berkendara wajah dan mata tidak terganggu guyuran air yang dapat menyebabkan terganggunya penglihatan dan konsentrasi,” terangnya.
Adapun jas hujan diperlukan agar pakaian tidak basah dan mengganggu suhu tubuh pengendara. Michael menyarankan, jas hujan yang digunakan berbentuk jaket dan celana. Tidak berbentuk jubah atau ponco karena jas hujan bentuk ponco berisiko tersangkut ke rantai atau roda. Selain itu, sebaiknya gunakan jas hujan berwarna cerah agar mudah terlihat pengendara lain. Jangan pernah menggunakan payung sewaktu berkendara.
“Banyak pengendara yang menggunakan sandal ketika hujan karena takut sepatu yang digunakan basah. Padahal, sebaiknya pengendara tidak menggunakan sandal karena akan berbahaya jika terjatuh atau terkena pantulan kerikil. Gunakanlah sepatu antiair, minimal cover sepatu. Jika terpaksa menggunakan sepatu biasa, jangan menapakkan kaki di atas mesin (center backbone motor), khususnya jika menggunakan motor cub, karena titik keseimbangan sepeda motor dan pengendara dapat berubah, yang bisa memengaruhi pengendalian sepeda motor,” imbaunya.
Michael juga menyarankan sebaiknya pengendara menggunakan sarung tangan. Pasalnya,menggunakan sarung tangan sewaktu hujan menjadi penting lagar cengkraman tangan ke setang sepeda motor tetap maksimal. Agar lebih aman, pengendara disarankan menggunakan sarung tangan antiair.
Selain perlengkapan berkendara tadi, ia juga membeberkan beberapa cara aman mengendalikan sepeda motor di saat hujan seperti menyalakan lampu. “Menyalakan lampu utama saat berkendara merupakan hal wajib. Apalagi, dalam kondisi hujan agar mudah terlihat pengendara lain. Namun, hindari menyalakan lampu darurat atau hazard sewaktu berkendara dalam kondisi hujan karena dapat membingungkan kendaraan lain. Lampu hazard hanya digunakan dalam kondisi darurat,” pesannya.
Michael memaparkan, saat hujan permukaan jalan dan ban berada dalam kondisi basah sehingga cengkraman atau grip ban ke permukaan jalan menjadi tidak maksimal. Sewaktu akselerasi maupun mengerem usahakan lebih halus dan hindari mengerem secara tiba-tiba, sebab roda akan lebih mudah mengalami selip.
“Agar lebih aman, pengendara sebaiknya menghindari menggunakan ban tipe slik ketika hujan. Sebab, ban tipe ini tidak memiliki alur ban yang membuang air sehingga grip ban akan licin,” ulasnya.
Ditambahkan, sewaktu melintasi genangan air, pengendara dianjurkan untuk mengurangi kecepatan dan melintasi genangan air secara perlahan. Pasalnya, cipratan air akan menghambat laju kendaraan secara tiba-tiba, dan keseimbangan kendaraan dapat berubah secara drastis. Selain itu, ada kemungkinan genangan air menutupi jalanan yang berlubang. Oleh karena itu, pengendara harus berhati-hati saat melewatinya.
Selain tips tersebut, Michael juga mengimbau,  jika hujan sudah terlalu lebat disertai angin kencang, sebaiknya tidak memaksakan diri untuk terus berkendara. “Carilah tempat berteduh yang aman dan tidak mengganggu lalu lintas. Hindari berteduh di bawah pohon besar karena ada kemungkinan pohon tumbang yang dapat membahayakan diri Anda,” tuturnya.
Pengendara yang baik adalah pengendara yang siap dalam kondisi cuaca apapun, termasuk hujan. “Oleh karena itu, jangan lupa persiapkan diri dan sepeda motor kesayangan Anda dengan baik,” tutup Michael.