12 December 2015

Psikologis Tata Ulang Rumah Jelang Tahun Baru

RUANG TAMU - Pembenahan rumah sebaiknya diawali dari ruang yang paling sering atau kerap dilihat orang lain di samping anggota keluarga. Pasalnya, ruang tamu merupakan ruang yang sering bersentuhan dengan orang di luar penghuni atau yang sifatnya lebih ke semipublik. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Menyambut tahun baru dengan menata ulang interior rumah, boleh jadi salah satu upaya untuk menceriakan hati penghuni rumah. Pasalnya, “nuansa baru” dalam konsep rumah yang didesain menjadi baru, juga akan membawa suasana hati menjadi lebih menyenangkan.
Mengapa harus pada momen pergantian tahun? Ini tentu menjadi pertanyaan banyak orang yang belum paham makna filosofis tahun baru, sehingga hanya mengartikan “perubahan” desain dan terkait tata ruang rumah hanyalah rutinitas biasa.
“Jika ini anggapan pakem, tentu perubahan desain dan tata ruang rumah terasa menjenuhkan bagi sebagian orang. Tahun baru dianggap momen tepat untuk menciptakan suasana yang baru dalam hunian seseorang, karena adanya dorongan agenda untuk memperbarui sesuatu, seperti mengganti set sofa yang sudah usang, atau menggudangkan pigura-pigura yang dianggap sudah tidak relevan dengan memorable pemilik rumah,” terang pemerhati bisnis-sosial yang juga menggemari tata griya, Khiva Amanda saat dikonfirmasi terkait psikologis dan arti perubahan tata ruang rumah, khususnya menjelang tahun baru.
Menurutnya, menciptaan suasana rumah yang berbeda dari tahun sebelumnya, secara psikis untuk memupuk suatu harapan agar di tahun mendatang segalanya menjadi lebih baik. “Ini tidak terkecuali saat seseorang ingin menata ulang hunian, tentu tanpa membongkar tatanan secara keseluruhan. Sebab, jika melakukan perubahan secara frontal, mungkin saja sebelum selesai renovasi sudah bersinggungan lagi dengan hari besar lain seperti Idul Fitri, Imlek, dan perayaan keagamaan lainnya. Bahkan, mungkin sebaliknya kembali ke Natal dan tahun yang baru lagi,” ulasnya.
Khiva memaparkan, mengubah bukan berarti harus membeli perabot, aksesoris, atau bahkan rumah yang baru. Cara hemat dan praktis dapat dilakukan bila pemilik rumah ingin sedikit lebih cermat. Selain itu, bukan tidak mungkin budget yang dikeluarkan juga tetap terjangkau.
“Seperti layaknya menyambut hari-hari besar lain di Indonesia, dalam rangka tahun baru, biasanya penghuni rumah melakukan sejumlah pembenahan. Hanya, pertanyaan kemudian muncul, harus dari manakah pembenahan itu dilakukan? Pertama, lakukanlah rapat dadakan. Setiap kali ingin mengubah sesuatu dalam rumah, tentu tidak bisa asal mengubah saja. Membicarakannya dengan anggota keluarga yang lain bakal lebih memudahkan proses penataan ulang itu. Misalnya, untuk menentukan konsep atau suasana apa yang ingin dibentuk. Sebab, suasana yang dipilih dapat menentukan jenis aksesoris serta furniture yang kelak digunakan,” urai Khiva.
Setelah suasana yang ingin dibentuk ditentukan, selanjutnya yang harus dilakukan adalah memilih ruang. “Sejatinya, rumah terdiri atas beberapa ruang, di antaranya ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, dapur, dan kamar tidur. Setiap ruang memiliki fungsi dan taste yang berbeda. Sekarang, tinggal bagaimana mengubah tampilan lamanya hingga menjadi tampak baru,” jelasnya.
Khiva menyarankan, pembenahan rumah sebaiknya diawali dari ruang yang paling sering atau kerap dilihat orang lain di samping anggota keluarga. “Awali dari ruang tamu. Karena, ruang tamu merupakan ruang yang sering bersentuhan dengan orang di luar penghuni atau yang sifatnya lebih ke semipublik. Selanjutnya, ke ruang yang lebih privasi seperti ruang keluarga. Untuk itu, perlu ada perubahan suasana,” tandasnya.