28 December 2015

Perluas Layanan UMKMK, Jamkrindo Buka 21 Kancab

LAYANI UMKMK - Direktur Utama Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo), Diding S Anwar (dua dari kanan), saat diabadikan beberapa waktu lalu. Saat ini, Jamkrindo terus membuka kantor cabang baru sebagai langkah dan tanggung jawab perusahaan untuk terus melayani usaha mikro kecil menengah dan koperasi (UMKMK) di Indonesia. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) membuka 21 kantor cabang (kancab) baru. Dengan demikian, saat ini satu-satunya perusahaan penjaminan badan usaha milik negara (BUMN) tersebut, total memiliki 56 kancab yang tersebar di seluruh pelosok Tanah Air.
Direktur Utama Perum Jamkrindo, Diding S Anwar, dalam keterangan tertulisnya mengatakan, langkah itu sebagai respons dan tanggung jawab perusahaan untuk terus melayani usaha mikro kecil menengah dan koperasi (UMKMK) agar bisa terus berkembang.
Sebagai perusahaan penjaminan, kami ingin pelayanan dan keterjangkauan akses keuangan kepada UMKMK bisa terus meningkat,” alasannya.
Ditambahkan, dilatarbelakangi UMKMK yang merupakan kelompok pelaku ekonomi terbesar dalam perekonomian Indonesia saat ini, telah terbukti menjadi katup pengaman perekonomian nasional dalam masa krisis dan pasca krisis.
Pada 2014, tercatat ada sekitar 57,5 juta unit UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia, mampu menyerap 97,16 persen tenaga kerja nasional dengan potensi aset Rp 600 triliun. Ini menjadikan UMKM sebagai ceruk yang sangat potensial untuk digarap industri perbankan.
Sayangnya, sebut Diding, lembaga keuangan masih menilai UMKMK sebagai sektor yang belum “bankable” menerima akses kredit. Sehingga, dibutuhkan sebuah penjaminan nasional yang mampu menjembatani antara kebutuhan UMKMK atas akses keuangan, dan di sisi lain syarat kebutuhan lembaga keuangan atas kredit. “Karenanya, pembukaan cabang baru dan kantor unit pelayanan (KUP) baru ini, kami nilai sangat strategis,” ujarnya.
Ke-21 kancab baru ini merupakan kancab tipe D dan masih menginduk kancab yang lebih tinggi tingkatannya di wilayahnya. Wilayah kerja cabang induk sendiri tidak berubah, yaitu wilayah provinsi. Sementara, wilayah kerja kancab D terdiri dari beberapa kabupaten. Sebelumnya, Jamkrindo memiliki 35 kancab dan 21 KUP di tingkat kabupaten dan kota.
Sekadar diketahui, pada 2015 Perum Jamkrindo berada pada posisi strategis seiring pertumbuhan ekuitas dan aset perusahaan. Tercatat, total aset korporat per 30 November 2015 sebesar Rp 10,562 triliun. Sementara, jumlah ekuitas  Rp 8,480  triliun atau meningkat 19,79 persen per tahun atau year on year (yoy).
Sementara itu, perolehan laba tahun berjalan sebesar Rp 524,833 miliar. Untuk volume kredit usaha rakyat (KUR) hingga triwulan ketiga (akhir September) 2015, tercatat Rp 1,753 triliun.