19 December 2015

Menyusuri Gugusan Karts Rammang-rammang

TELAGA BIDADARI - Ada beberapa objek wisata alam yang bisa ditemukan di Rammang-rammang, di antaranya Telaga Bidadari, Taman Hutan Batu Kapur, Gua Bulu Barakka, Gua Telapak Tangan, Gua Pasaung, wisata Sungai Pute, dan Kampung Berua. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Kawasan Karts Rammang-rammang menjadi salah satu objek wisata unggulan Sulsel. Rammang-rammang merupakan pegunungan kapur terluas ketiga di dunia, setelah Tiongkok dan Vietnam. 
Sulsel menyimpan sejumlah potensi wisata, bukan hanya pantai, air terjun, maupun kuliner. Yang tidak kalah menarik adalah gugusan karst di perbatasan Maros dan Pangkep. Kabarnya, Rammang-rammang merupakan pegunungan kapur terluas di di dunia setelah pegunungan karst lain di Tiongkok dan Vietnam.
Beberapa waktu lalu, penulis menyambangi tempat ini. Gugusan pegunungan karst tersebut berada di Dusun Rammang-rammang, Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, dengan luas sekitar 43 hektare. Kabupaten yang juga sering dikenal dengan istilah “Butta Salewangang”, berjarak sekitar 40 kilometer dari arah utara Kota Makassar, dan bisa ditempuh melalui jalur darat menggunakan kendaraan bermotor, dengan waktu tempuh kurang lebih dua jam perjalanan.
Nama Rammang-Rammang berasal dari bahasa daerah setempat, bisa diartikan sebagai awan atau kabut. Sehingga, dapat disimpulkan arti kata rammang-rammang adalah sekumpulan awan atau kabut. Menurut cerita penduduk setempat, tempat ini diberi nama Rammang-Rammang, karena awan atau kabut yang selalu turun terutama di pagi hari atau ketika hujan.
Masing-masing taman hutan batu di Rammang-rammang memiliki karakterisitik dan ciri khas yang berbeda-beda. Kawasan ini ibarat sebuah kompleks tempat berkumpulnya bebatuan, dengan ratusan bahkan mungkin ribuan bebatuan kapur  berwarna hitam dan abu-abu. Pada bagian depan terdapat hamparan sawah penduduk,  sementara bagian belakang terdapat sebuah sungai, Sungai Pute.
Kawasan ini ditumbuhi pepohonan hutan dan pohon lontar di sekitarnya. Sesekali dihiasi ternak peliharaan penduduk setempat seperti itik dan sapi yang sedang mencari makan, yang semakin menambah keindahan taman hutan batu di daerah ini.
Panorama alam saat melewati jalan ini tak kalah menariknya, di sepanjang jalur menuju jembatan ditemui hamparan sawah dengan gugusan batu hitam di belakangnya. Gugusan batu hitam ini dinamakan Taman Batu. Berada di kawasan ini seakan berada di Halong Bay, Vietnam. Hamparan batu karts berwarna hitam dengan tinggi yang bervariasi, menjadi pemandangan yang luar biasa. Kawasan ini bisa dikatakan miniatur dari kawasan karst yang berada di Tiongkok dan Vietnam.
Kebanyakan wisatawan memilih menyusuri Sungai Pute, yang dapat ditempuh dari dermaga kecil di bawah jembatan arah Semen Bosowa. Tempat ini menjadi patokan, karena warga Salenrang memarkir perahu di sini jika hendak ke luar kampung. Jalur sungai ditempuh dengan menggunakan perahu motor jenis “jolloro” untuk menyusuri Sungai Pute. Tarif perahu sampan bermesin ini pun tak mahal, sekitar Rp 100 ribu-Rp150 ribu.

Telaga Para Bidadari

Ada beberapa objek wisata alam yang bisa ditemukan di Rammang-rammang, di antaranya Taman Hutan Batu Kapur, Telaga Bidadari, Gua Bulu Barakka, Gua Telapak Tangan, Gua Pasaung, wisata Sungai Pute, dan Kampung Berua.
Di kawasan Rammang-rammang, ada yang disebut dengan istilah Telaga  Bidadari. Masih banyak yang belum mengetahui keberadaannya. Berada tepat di tengah bukit kapur, yang memiliki lubang besar tepat di tengahnya dan menjadi tempat berkumpulnya air, sehingga membentuk sebuah telaga.
Air dari telaga ini berasal dari celah bebatuan kapur, dan hanya bisa dicapai dengan berjalan kaki, dengan melewati jalan setapak berupa pecahan batu kapur di sepanjang jalan.
Objek wisata ini cukup berbahaya dan menantang, karena yang ingin menuju ke sana mesti mendaki gunung kapur serta melewati cukup banyak jalan setapak yang berada di tepi jurang. Airnya yang jernih dan segar, menjadikan telaga ini sebagai salah satu sumber mata air tawar bagi penduduk setempat.
Menurut cerita rakyat setempat, telaga ini tempat mandi para bidadari, sehingga tempat ini pun disebut sebagai Telaga atau Taman Bidadari. Uniknya, air pada telaga ini akan surut pada musim hujan, dan air akan tinggi pada musim kering.
Objek wisata berikutnya adalah Gua Bulu Barakka, lokasinya tidak terlalu jauh dari Hutan Taman Batu Kapur Rammang-rammang dan Sungai Pute. Kata Bulu diambil dari bahasa Makassar yang berarti gunung, dan Barakka yang berarti berkah atau anugerah. Terdapat situs prasejarah di dalam gua ini, berupa cap tangan manusia purba dan gambar hasil karya manusia purba, berupa gambar hewan seperti kerbau, ikan, rusa, dan gambar kegiatan manusia purba pada zaman dulu. Semuanya berada  pada dinding gua.
Gua Telapak Tangan satu jalur dengan Telaga Bidadari. Untuk mencapai gua ini, mesti berjalan kaki agak jauh ke dalam sekitar dua kilometer. Traveler bakal melewati persawahan dan pematang sawah sebagai jalan setapak. Sepanjang perjalanan di samping kiri kanan adalah gunung kapur yang menjulang tinggi.
Objek yang ditemukan di gua ini tidak jauh berbeda dengan Gua Bulu Barakka, berupa situs prasejarah cap tangan manusia purba dan gambar hasil karya manusia purba. Lebih menariknya, karena dalam gua terdapat semacam telaga atau danau yang cukup luas, yang terkadang digunakan sebagai sumber mata air tawar penduduk setempat.
Untuk mencapai mulut gua, wisatawan harus mendaki bukit kapur setinggi sekitar 20 meter. Sementara, untuk mencapai telaga dalam gua, mesti melewati jalur yang licin dan terjal. Terkadang menemukan satwa endemik yang tinggal di dalam gua telapak tangan yang gelap, seperti laba-laba, kaki seribu, dan jangkrik. Diperlukan alat penerangan dan peralatan yang cukup lengkap untuk mencapai telaga dalam gua ini.