29 December 2015

Makassar Operation Room Jadi Pusat Data KTI

MOR - Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, untuk pertama kalinya memanfaatkan Makassar Operation Room (MOR) sebagai tempat menggelar acara resmi Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Acara tersebut adalah penerimaan tim Common Sense Survey yang akan melakukan penilaian lapangan tentang evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah (EPPD). BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, untuk pertama kalinya memanfaatkan Makassar Operation Room (MOR) sebagai tempat menggelar acara resmi Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.
Acara tersebut adalah penerimaan tim Common Sense Survey yang akan melakukan penilaian lapangan tentang evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah (EPPD). Ramdhan memperkenalkan MOR sebagai pusat kendali smart city di Kota Makassar yang terletak di Lt 10, Gedung Balaikota Makassar.
Kegiatan dihadiri Sekretaris Daerah Kota Makassar, Ibrahim saleh, para asisten serta seluruh pimpinan satuan kerja perangkat deda (SKPD) lingkup Pemkot Makassar, juga hadir menyaksikan pemanfaatan perdana MOR.
“Kami memiliki server dengan kemampuan daya tampung yang tinggi, serta proses update database kota secara real time. Kami harap, ke depannya MOR akan membantu mengkoneksikan seluruh jaringan data di kawasan timur Indonesia (KTI),” papar Ramdhan belum lama ini.
Pada kesempatan itu, ia juga menjelaskan sejumlah aplikasi layanan kota yang ditampilkan di layar monitor utama  berukuran besar, di antaranya tayangan CCTV pada 59 titik di Kota Makassar secara real time, termasuk tiga di antaranya CCTV infra merah yang memiliki kemampuan mendeteksi logam dan panas, aplikasi tracking sosial media yang mampu memantau seluruh percakapan publik terkait Kota Makassar, aplikasi pemantau cuaca, termasuk aplikasi T-Drive yang mampu memantau seluruh pergerakan seluruh mobil layanan publik milik Pemkot Makassar.
“Inilah era baru cara kerja pemerintah dalam memberikan layanan terbaik untuk masyarakatnya. Semua model keputusan penting yang diambil harus berbasis data. Tantangannya, SKPD harus menyiapkan database digital dengan membentuk tim IT,  termasuk juga data dari seluruh kecamatan, harus selalu apdate sehingga grafiknya terlihat secara real time,” imbau Ramdhan.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Muhammad  Ismounandar, menjelaskan sejumlah rencana pengembangan MOR pada 2016.
“Di 2016, kami sudah menganggarkan penambahan CCTV sebanyak 100 unit,  serta tambahan CCTV dari CSR swasta. Jumlahnya akan terus  bertambah sesuai skenario integrasi dengan CCTV yang diselenggarakan berbagai badan publik dan swasta. Hingga 2017, kami sudah menargetkan 500 CCTV yang terpasang di seluruh Kota Makassar yang akan dipantau secara terintegrasi,” bebernya.
Ismounandar menambahkan, sejumlah aplikasi layanan yang akan ditanamkan di operasi sistem MOR akan ditambahkan pada 2016, termasuk aplikasi yang akan mendukung pengoperasian program layanan darurat, Care and Rescue Center.
“Di 2016, kami juga akan memasang jaringan wifi gratis pada sejumlah area publik di Kota Makassar, termasuk pada tiga pulau yang ada di Kota Makassar,” tandasnya.