26 December 2015

Kredit Pertambangan Bank Mandiri Meningkat

KREDIT PERTAMBANGAN - Aktivitas di stand Bank Mandiri saat mengikuti ekspo perbankan di Makassar belum lama ini. Bank Mandiri mengklaim penyaluran kredit di sektor pertambangan terus mengalami peningkatan, meskipun beberapa waktu lalu perekonomian dalam kondisi lesu. BLOGKATAHATIKU/EFFENDY W
BLOGKATAHATIKU - Bank Mandiri mengklaim penyaluran kredit di sektor pertambangan terus mengalami peningkatan, meskipun beberapa waktu lalu perekonomian dalam kondisi lesu.
Relationship Manager Commercial Banking Center Makassar, David Piao Sanrego, mengakui jika beberapa waktu lalu perekonomian secara global memang lesu, namun saat ini mulai berangsur pulih sehingga penyaluran kredit khusus di sektor pertambangan mulai meningkat secara signifikan.
Dijelaskan, pihaknya tengah menggandeng beberapa perusahaan yang menggarap industri tambang maupun smelter di Sulsel, di antaranya PT Vale, PT Aneka Tambang, dan PT Titan Mineral yang saat ini sedang membangun smelter di Bantaeng.
“Penyaluran kredit khusus sektor pertambangan di Sulawesi dan Maluku mencapai Rp 843 miliar. Untuk Sulsel sendiri Rp 57 miliar,” terangnya belum lama ini di kantornya, Jalan Kartini, Makassar.
Menurutnya, saat ini Bank Mandiri fokus menggarap industri smelter, setelah larangan pemerintah untuk membiayai usaha ekspor konsentrat atau ekspor bahan mentah. Namun, dengan bekerja sama beberapa perusahaan pengelola tambang penyaluran kredit pihaknya terus meningkat.
“Baki debet kredit Mandiri khusus Sulawesi-Maluku sekitar Rp 123 miliar pada akhir 2013, dan meningkat menjadi Rp 134 miliar pada Maret 2014, dan Juni 2015 naik mencapai Rp 843 miliar,” paparnya.
Baki debet merupakan saldo pokok dari plafon pinjaman yang telah disepakati dalam perjanjian kredit, yang biasanya akan berkurang jika angsuran rutin dilakukan atau sesuai jadwal pembayaran oleh debitur.
“Perkembangan penyaluran kredit sektor pertambangan di Sulsel sejak 2012 mencapai Rp 9 miliar, Desember 2013 Rp 43 miliar, pada 2014 Rp 53 miliar, dan data Juni 2015 Rp 57 miliar,” beber David.
Bank Mandiri saat ini memberikan dukungan melalui support transaksi bisnis, antara lain cash management trade and treasury serta support untuk pembiayaan investasi dan modal kerja termasuk kepada kontraktor pertambangan.
David menyebut, penyaluran kredit Bank Mandiri sebesar Rp 18,5 triliun meningkat dari 0,70 persen menjadi 4,03 persen dari total kredit secara nasional yang disalurkan hingga Juni lalu.
“Seluruh perbankan di wilayah Sulawesi-Maluku, telah menyalurkan kredit sebesar Rp 2,45 triliun pada Juli, atau meningkat jika dibandingkan Desember 2014 yang hanya mencapai Rp 2,36 triliun. Penyaluran kredit Sulsel sendiri sebesar Rp 420 miliar,” tutup David.