28 December 2015

Kaleidoskop 2015, Makassar Masuki Era Transformasi Teknologi Komunikasi

TRANSFORMASI TEKNOLOGI - Sepanjang 2015 telah terjadi transformasi tekologi komunikasi, Makassar dipilih menjadi kota pertama digelarnya layanan Telkomsel 4G LTE di frekuensi 1.800 MHz secara komersial. Ini merupakan bentuk komitmen operator seluler membangun kawasan timur Indonesia (KTI). BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Meskipun secara nasional, kondisi perekonomian Indonesia sempat terpuruk tetapi bagi Kota Makassar, 2015 menjadi tonggak memasuki era transformasi teknologi komunikasi yang lebih maju. Hal itu juga menjadi optimisme menyongsong tahun baru 2016.
Ledakan teknologi informasi dan komunikasi telah membuka babak baru bagi masyarakat untuk memperoleh informasi. Sekat-sekat informasi, dengan sendirinya menghilang oleh inisiatif kuat individu yang ingin mengetahui lebih jauh apa yang terjadi di sekitarnya. Setiap orang memiliki akses terhadap sumber informasi, di negara manapun.
Perkembangan dunia teknologi informasi yang demikian pesat, telah membawa manfaat luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Kegiatan komunikasi yang sebelumnya menuntut peralatan yang begitu rumit, kini relatif sudah digantikan perangkat mesin-mesin otomatis. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah diakui dan dirasakan memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan umat manusia.
Sepanjang 2015 telah terjadi transformasi tekologi komunikasi, Makassar dipilih menjadi kota pertama digelarnya layanan Telkomsel 4G LTE di frekuensi 1.800 MHz secara komersial. Ini merupakan bentuk komitmen operator seluler membangun kawasan timur Indonesia (KTI). Teknologi ini merupakan teknologi tercepat untuk berkomunikasi menggunakan layanan 4G LTE.
Sebagai pertanda proses transformasi tersebut, lima operator seluler yang beroperasi di Indonesia, Telkomsel, Indosat, XL, Three, dan Smartfren ambil bagian dalam kegiatan bertajuk “4G LTE Percepatan Implementasi Mobile Broadband Menuju Generasi Digital Indonesia”. Kegiatan tersebut merupakan launching bersama komersialisasi layanan 4G LTE secara serentak pada lima kota di KTI, Lombok, Balikpapan, Banjarmasin, Batam, dan dipusatkan di Makassar. 
Saat melakukan video conference dengan kepala daerah dan pimpinan operator seluler di lima kota tempat pelaksanaan launching 4G, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, mengatakan, kehadiran 4G diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal masyarakat dan operator untuk mewujudkan ekonomi digital. Operator pertama yang menggelar layanan 4G LTE di frekuensi 1.800 MHz untuk Kota Makassar adalah Telkomsel.
Menurut Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah, pemilihan Kota Makassar sebagai kota pertama digelarnya layanan Telkomsel 4G LTE di frekuensi 1.800 MHz secara komersial, merupakan bentuk komitmen operator seluler ini membangun KTI. “Kami berharap dengan layanan yang telah kami hadirkan, dapat menambah kenyamanan pelanggan dalam menikmati akses internet lebih cepat, dan layanan digital style,” bebernya.
Frekuensi 1.800 MHz dianggap sebagai frekuensi ideal untuk menyediakan akses mobile broadband generasi keempat, karena memiliki sumber daya frekuensi yang besar. Untuk memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan di Makassar saat menikmati jaringan 4G, Telkomsel membangun 150 BTS Node B, yang mencakup lokasi-lokasi strategis, termasuk Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, universitas, mal, Pantai Losari, dan pusat keramaian lain.
Menyusul operator yang identik dengan warna merah tersebut, Indosat resmi meluncurkan jaringan terbarukan 4G LTE berkecepatan tinggi, 4G Plus, di Makassar pada November lalu. Saat ini layanan 4G LTE ini sudah hadir pada 21 kota Indoesia, dan disusul 14 kota lain hingga akhir 2015. Kehadiran 4G Plus Indosat di Kota Makassar bertepatan dengan pergantian nama menjadi provider seluler tersebut menjadi Indosat Ooredoo.
Indosat Ooredoo menjadi perusahaan provider ketiga yang mengaktifkan jaringan generasi terbaru ini di Kota Makassar, setelah PT Telkomsel dan PT Smartfren Telecom. “Kami hadir dengan kekuatan jaringan lebih, sehingga namanya 4G Plus. Ini langkah awal kami untuk menyediakan jaringan paling baik di Indonesia dari sisi akses digital,” kata Director Chief Sales and Distribution Indosat Ooredoo Indonesia, Joy Wahyudi di sela acara peluncuran.
Saat melakukan teleconference dengan President Director dan Chief Executive Officer (CEO) Indosat Ooredoo, Alexander Rusli, dalam peluncuran Indosat Ooredoo 4G Plus di Jakarta, ia menjelaskan, jangkauan 4G LTE Indosat Ooredoo sudah meliputi 40 juta penduduk, dan setiap bulan akan diperluas lima juta penduduk. Pada frekuensi 1.800 MHz ini, Indosat menyediakan pita selebar 10 MHz untuk 4G LTE dan dijanjikan bisa mencapai kecepatan 112 Mbps.
Dari sisi pengembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), Makassar diarahkan menjadi kota cyber city. Itu merupakan langkah nyata pemerintah kota mencerdaskan masyarakat agar melek teknologi. Di sisi lain, Makassar juga dikenal sebagai kota pendidikan dengan hadirnya beragam universitas, akademisi, peneliti, serta lembaga penelitian dan pengembangan. Dengan potensi di atas, Kota Makassar akan dapat lebih bersaing di kancah nasional dan global melalui konsep Technology Park (Techno Park).
Saat rapat teknis penyusunan roadmap pembangunan Makassar Technopark di gedung Rektorat Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, telah mengemuka jika Kota Makassar akan segera memiliki Techno Park atau kawasan bangunan yang diperuntukkan untuk pendidikan, pelatihan, penelitian, serta pengembangan sains dan tekhnologi.
 “Kami berharap Makassar Technopark yang sedang dirancang, mampu menghasilkan anak-anak Makassar yang terampil melakukan riset dan pengembangan di bidang teknologi, serta menciptakan inovasi yang memiliki nilai bisnis, termasuk menciptakan lapangan kerja baru,” ujar Kepala Bagian Kerja Sama Dalam Negeri Unhas, Sakka Pati, saat memimpin rapat.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Makassar, Muh Ismounandar, mengatakan, pelaksanaan program Makassar Technopark akan diawali dengan membuat “Rumah Software”. Rumah Software merupakan penyedia sekaligus pembuat software, sesuai kebutuhan atau permintaan konsumen.
Menurutnya, Makassar Technopark ini akan sama dengan Technopark di kota lain. Dengan target melahirkan satu rumah website Makassar Technopark di 2016 atas kolaborasi Kementrian Perindustrian, Unhas, dan Pemkot Makassar.

APBD 2016 Kota Makassar Ditetapkan

Pengujung 2015, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, dan Ketua DPRD Makassar, Faraouk M Betta, melakukan penandatangan dan pengesahan rancangan peraturan daerah (Ranperda) tahun anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) 2016.
Pemkot Makassar menganggarkan belanja Rp 3,8 triliun. Jumlah tersebut melebihi pendapatan yang mencapai Rp 3,6 triliun atau terjadi defisit Rp 166 miliar. Hal tersebut disampaikan Ramdhan saat membacakan Rancangan Keputusan DPRD Makassar dalam rapat paripurna.
Pimpinan DPRD Makassar menerima dan menyetujui RAPBD 2016 ditetapkan sebagai Perda, dengan APBD 2016 yang mengalami defisit hingga Rp 166 miliar. Hal itu sesuai rincian salinan dibacakan Setwan DPRD Makassar, Adwi Umar dalam Rapat Paripuna Pendapatan Makassar 2016 sebesar Rp 3.659.221.632.000.
Sementara itu, pembiayaan daerah terbagi atas dua bagian, yakni penerimaan Rp 170 miliar, dan pengeluaran dalam pembiayaan daerah Rp 4 miliar. Dari pembiayaan daerah tersisa Rp 166 miliar, sehingga, defisit Makassar dapat tertutupi dari hasil pembiayaan netto tersisa Rp 166.000.000.000. Dari data itu, disebutkan APBD Makassar 2016 tidak memiliki sisa lebih dari pembiayaan sesuai tahun berkenaan.
Ramdhan mengapresiasi keputusan DPRD Makassar terkait APBD 2016. “Dewan telah membahas melalui rapat-rapat banggar dan komisi, sesuai mekanisme ditetapkan dalam peraturan tata tertib DPRD Makassar. Kami mengapresiasi hasil keputusan dewan Makassar tersebut,” tutupnya.