04 December 2015

Jeju Ice Cream

JEJU ICE CREAM - Pemilik Jeju Ice Cream Cabang Makassar, Teddy Claus Runtuwene (kiri), saat memamerkan es krim jualannya. Untuk mempromosikan usahanya, Teddy menggandeng Telkomsel melalui kerja sama potongan poin Telkomsel Poin pelanggan. Pembeli dapat menukarkan 80 poinnya untuk mendapatkan potongan harga Rp 10 ribu. Sementara, bagi yang menukarkan 10 poinnya, berhak mendapat diskon 10 persen dari harga. BLOGKATAHATIKU/ANITA ANNY

Jeju Ice Cream
Es Krim ala “K-Pop” yang Menyehatkan

BLOGKATAHATIKU - Ide maupun gagasan datangnya bisa dari mana saja. Bagi pelaku usaha kreatif, ide boleh jadi modal yang tidak ternilai harganya. Hal itulah yang mengihwali kelahiran es krim unik ala Korea Selatan (Korsel), Jeju Ice Cream. Jeju tidak sekadar es krim, tetapi lebih dari camilan biasa yang sangat disukai remaja maupun anak-anak.
“Idenya pembuatan Jeju ini terbilang unik. Saat pemiliknya mengunjungi Pulau Jeju, Korsel, mereka melihat kuliner unik cone yang terbuat dari jagung asli. Dari situ, ide untuk menambahkan es krim pada cone itu muncul. Ini termasuk membentuk huruf ‘J’ pada cone-nya,” terang pemilik Jeju Ice Cream Cabang Makassar, Teddy Claus Runtuwene, saat ditemui di Trans Studio Mall (TSM), Jalan HM Daeng Patompo, Tanjung Bunga, Makassar, Rabu (2/12).
Tidak hanya konsep tampilan, es krim yang mengadopsi gaya “K-Pop” ini juga diklaim berkalori rendah dan menyehatkan. “Bahan-bahan yang kami gunakan semuanya alami, tanpa pengawet dan zat warna. Setiap hari fresh from the oven, karena harus langsung dikonsumsi, sehingga kami dapat menjamin kesegarannya. Sementara, gula yang kami gunakan juga low sugar. Artinya, rendah lemak dan tidak terlalu creamy,” bebernya.
Keistimewaan lain es krim pihaknya, sebut Teddy, lantaran menggunakan bahan-bahan impor langsung dari Korsel. “Sekitar 80 persen bahan yang kami gunakan adalah impor. Jagung untuk pembuatan cone maupun susu untuk pembuatan es krim langsung didatangkan dari Korsel,” imbuhnya.
Saat ini, sejak hadir pada pertengahan 2014, Jeju Ice Cream sudah tersebar di banyak kota besar Indonesia. “Di Jakarta, sebagai pusat waralaba usaha, sudah berkembang hingga 22 outlet. Untuk Makassar, saya sebagai pemilik cabang, telah membuka dua outlet, di sini (TSM) dan di Mal Panakkukang (MP),” urainya.
Teddy menjelaskan, salah satu ciri khas Jeju Ice Cream selain dari bentuk tongkat cone yang menyerupai huruf tertentu seperti “J”, “U”, dan “V”, juga dapat diketahui dari tekstur es krimnya yang lembut.
“Bila umumnya es krim bertekstur agak keras, Jeju Ice Cream justru menyajikan es krim yang lembut. Es krim tersedia dalam berbagai varian rasa, seperti milky chocolate, strawberry, green tea, dan anggur. Di akhir tahun, kami akan memperkaya varian es krim dengan rasa yang lain, juga menyediakan cake-cake unik,” ujarnya.
Untuk menjaga kualitas cita rasa es krimnya, Teddy mengungkapkan, pihaknya tetap berpedoman terhadap standar usaha waralaba yang ditentukan pusat. “Ini misalnya penggunaan mesin yang langsung kami impor dari Korsel,” akunya.
Untuk proses pembuatannya, es krim dimasukkan dengan alat khusus dalam cone berbahan jagung. Cone diisi es krim hingga penuh. Di bagian ujung cone, es krim dapat ditambah topping menarik seperti crispy choco ball, biscuit stick, dan lainnya. Es krim dibanderol flat Rp 20 ribu per cone.
Untuk mempromosikan usahanya, Teddy menggandeng Telkomsel melalui kerja sama potongan poin Telkomsel Poin pelanggan. “Pembeli dapat menukarkan 80 poinnya untuk mendapatkan potongan harga Rp 10 ribu. Sementara, bagi yang menukarkan 10 poinnya, berhak mendapat diskon 10 persen dari harga,” jelasnya.
Teddy mengaku, sejak bekerja sama dengan Telkomsel Poin, pihaknya mendapat lonjakan pelanggan yang cukup signifikan. “Setiap hari, apalagi weekend, rata-rata dapat terjual 500-600 cone,” tandasnya.