08 December 2015

Jamkrindo Bukukan Rp 23 Triliun Penjaminan Konsumer

JAMKRINDO - Hingga akhir Oktober 2015, Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) mencatatkan volume penjaminan kredit konsumer sebesar Rp 23 triliun.  Perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) bidang penjaminan ini, terus menggenjot volume melalui kerja sama bersama PT Bank BRI Agroniaga (BRI Agro). BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Hingga akhir Oktober 2015, Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) mencatatkan volume penjaminan kredit konsumer sebesar Rp 23 triliun.  Perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) bidang penjaminan ini, terus menggenjot volume melalui kerja sama bersama PT Bank BRI Agroniaga (BRI Agro).
Total volume penjaminan kredit non kredit usaha rakyat (KUR) yang sebesar Rp 49 triliun, sebanyak Rp 23 triliun di antaranya dari penjaminan kredit konsumer,” ujar Direktur  Perum Jamkrindo, Bakti Prasetyo di sela penandatangan perjanjian kerja sama dengan BRI Agro belum lama ini.
Direktur Utama Perum Jamkrindo, Diding S Anwar, mengatakan, kerja sama nantinya diharapkan bisa mendorong jangkauan akses dan layanan keuangan lebih luas di sektor kredit konsumer. Selain itu, kerja sama bertujuan untuk meningkatkan kinerja masing-masing perusahaan, baik Jamkrindo maupun BRI Agro. Untuk itu, diharapkan masyarakat lebih bisa memanfaatkan produk kredit di sektor konsumer.
Ditambahkan, dengan kerja sama tersebut, Jamkrindo optimis pertumbuhan bisnis penjaminan akan semakin baik. “Kami berharap, realisasi kredit BRI Agro dan volume penjaminan Jamkrindo akan meningkat,” terangnya.
Lebih  jauh, Bakti mengungkapkan, idealnya 75 persen pendapatan perusahaan dapat diraih dari bisnis konsumer. Sementara, sisanya melalui penjaminan di sektor produktif.  Diakui, Jamkrindo menjadi “best practice” bahkan untuk dunia dalam hal perusahaan penjaminan yang mampu meraih laba.
“Kami ditanya Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengapa bisa untung. Kami menjawab karena bisnis kami diperoleh dari tiga bagian penjaminan dari penjaminan eksisting. Salah satunya konsumer ini, dan sisanya satu bagian didapat dari penjaminan sektor produktif seperti usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan KUR,” paparnya.
Jamkrindo sendiri menargetkan pada 2015 penjaminan kredit bisa mencapai Rp 77 triliun, atau meningkat 83,3 persen dibandingkan tahun lalu.
Sementara itu, Direktur BRI Agroniaga, Zuhri Anwar, mengatakan, kerja sama ini merupakan lanjutan dari kerja sama penjaminan kredit untuk fasilitas bank garansi atau konstruksi. Ke depannya, diharapakan penyaluran kredit sektor konsumer, baik yang berupa kredit tetap, pensiun, santunan hari tua, agro griya, agro mobil, dan agro multiguna bisa dijamin di Jamkrindo.
BRI Agro memilih Jamkrindo sebagai mitra karena hanya Jamkrindo yang mampu menangani risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) dan kematian sekaligus. Hal ini tidak seperti kerja sama dengan asuransi, di mana life insurance dan general insurance dipisah.
“Sejauh ini, kredit konsumer di BRI Agro aman karena memiliki non performing loan (NPL) yang relatif rendah. Hal ini karena tingkat kehati-hatian dalam penyaluran kredit yang terus dijaga perseroan,” ulas Zuhri.
Sampai akhir Oktober 2015, Jamkrindo mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp 619,5 miliar atau naik 15,42 persen dari tahun lalu. Jika dilihat, capaian laba ini telah mencapai 91,53 persen dari target Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) Jamkrindo di 2015.
Sementara, total aset perusahaan sebesar Rp 10,02 triliun. Nilai ini naik jika dibandingkan total aset akhir 2014 sebesar Rp 10,48 triliun. Adapun nilai ekuitas per Oktober 2015 tercatat sebesar Rp 8,47 triliun atau naik 21,42 persen dibanding tahun lalu. Jamkrindo telah memiliki jaringan pelayanan di 34 provinsi dan 21 kabupaten kota.