11 December 2015

Gastros Eatery, Kafe Berkonsep Industrial Workshop

KONSEP INDUSTRIAL - Server Gastros Eatery, Arfan saat diabadikan di Gastros, Lt 1 Mal Ratu Indah (MaRI) Jalan Ratulangi, Makassar, Selasa (8/12). Dijelaskan, konsep yang diusung Gastros Eatery adalah pemanfaatan kembali ruang bekas workshop era industrial yang kental dengan nuansa beton, besi, dan kayu. Sehingga, mulai interior, dekorasi, sampai properti disesuaikan dengan tema. Kesannya sedikit urban vintage, dan lebih mengarah ke desain kafe-kafe di Italia atau Inggris Raya. BLOGKATAHATIKU/ANITA ANNY
BLOGKATAHATIKU - Setelah sebelumnya eksis dengan Resto Djuku di pusat perkantoran Wisma Kalla, dan Bale di Sao Eating Point Food Court Mal Ratu Indah (MaRI), yang kebetulan masing-masing terletak di Jalan Ratulangi, Makassar, PT Kalla Inti Karsa kembali mengembangkan bisnis kulinernya dengan membuka kafe yang dilabeli merek unik, Gastros Eatery.
Terletak di Lt 1 MaRI, tepat berhadapan resto Pizza Hut yang sebelumnya sudah lama hadir, kafe ini dirancang satu lokasi dengan garage showroom high-end milik Kalla Group. Menilik brand-nya yang unik, Gastros diambil dari kata Gastronomi, ilmu yang mempelajari antara makanan dan kultural, di mana di dalamnya ada fine art dan ilmu sosial.
Hal itu diungkapkan Server Gastros Eatery, Arfan saat ditemui di Gastros, Selasa (8/12). Menurutnya, konsep yang diusung Gastros adalah pemanfaatan kembali ruang bekas workshop era industrial yang kental dengan nuansa beton, besi, dan kayu.
“Jadi, mulai interior, dekorasi, hingga properti disesuaikan dengan tema. Kesannya sedikit urban vintage, dan lebih mengarah ke desain kafe-kafe di Italia atau Inggris Raya,” terangnya.
Sebelumnya, sewaktu pembukaan 15 Mei lalu, Advertising and Promotion Coordinator PT Kalla Inti Karsa, Mutmainna Hamdi, menjelaskan, Gastros Eatery banyak bercermin dari beberapa tempat bersantai yang ada di Inggris Raya. Makanya, Gastros dibuat menjadi sarana menikmati kuliner dalam suasan nyaman.
Sejak soft opening, kafe yang menempati luas area 101,25 meter persegi ini selalu dipadati pengunjung, terutama anak muda yang mencari tempat yang nyaman untuk hangout. “Rata-rata ada 200 pengunjung setiap hari, kalau weekend bisa lebih banyak,” beber Arfan.
Meskipun enggan menyebut nominal omset penjualan makanan dan minuman yang berhasil didulang setiap hari, namun pria yang pernah bekerja di Resto Djuku ini menyebut beberapa item menu yang paling disukai pelanggan.
“Untuk makanan, menu Nasi Iga yang paling disukai, sementara untuk dessert-nya, Es Buah Tape termasuk top penjualan di antara menu Gastros selama ini. Harga menu-menu Gastros boleh dibilang terjangkau, sekitar Rp 30 ribu-60 ribu,” imbuhnya.
Arfan mengaku, pihaknya mengikuti tren kuliner modern. “Makanya, menu yang kami sajikan merupakan kuliner dari berbagai negara, terutama Asia dan Barat (Eropa). Tetapi meski kompilatif, tetap porsi makanan lokal kami yang mendominasi dan disukai pelanggan. Secara keseluruhan, jenis menu Gastros mencapai 39 item,” urainya.
Untuk menarik penikmat kuliner sebanyak mungkin, Gastros menjalin kerja sama dengan Telkomsel. “Kami banyak terbantu promo yang dilakukan Telkomsel Poin, terutama SMS Blast terkait kuliner Gastros yang sering dikirimkan Telkomsel kepada pelanggannya. “Pelanggan Telkomsel Poin bisa mendapatkan potongan 15 persen dari harga menu kami jika menukarkan 20 poinnya,” ulasnya.