08 December 2015

Ganti Merek, Ooredoo Kantongi 65 Persen Saham Indosat

GANTI MEREK - Indosat resmi berganti merek menjadi Indosat Ooredoo. Peluncuran identitas baru tersebut dilaksanakan di kantor pusat Indosat di Jakarta dan kantor-kantor cabang di daerah, Kamis (19/11). Pergantian merek diikuti modernisasi layanan Indosat Ooredoo yang diklaim mampu membawa kecepatan data hingga mencapai 185 Mbps. BLOGKATAHATIKU/ANITA ANNY
BLOGKATAHATIKU - Indosat resmi berganti merek menjadi Indosat Ooredoo. Peluncuran identitas baru tersebut dilaksanakan di kantor pusat Indosat di Jakarta dan kantor-kantor cabang di daerah, Kamis (19/11).
Terkait perubahan brand menjadi Indosat Ooredoo, Chief Executive Officer (CEO) Indosat, Alexander Rusli di acara peluncuran identitas baru Indosat, menjelaskan, “nasib” produk-produk Indosat yang sudah ada saat ini seperti Mentari, IM3, dan Matrix, masih tetap akan eksis.  “Survei yang kami lakukan, menunjukkan brand Mentari, IM3, dan Matrix masih terlalu kuat untuk dihapus saat ini,” bebernya.
Lantaran itulah, brand yang masih melekat kuat tersebut ingin dijadikan sebagai sarana Indosat untuk mendorong penjualan dan menjaga hubungannya dengan konsumennya selama ini.
Produk-produk Indosat yang telah dikenal di tengah masyarakat itu dipertahankan, tetapi kini nama Ooredoo mengikuti di belakangnya, seperti IM3 Ooredoo yang banyak ditemukan dalam promo terbaru Indosat.
Saat ini, sebagai perusahaan telekomunikasi digital, Indosat Ooredoo selain memberikan layanan voice dan SMS, juga akan menjadi penyedia konten dan aplikasi, sekaligus mendongkrak jumlah pengguna data korporasi. “Dalam 12 bulan ke depan, setiap dua minggu kami bakal merilis layanan-layanan baru,” ungkap Alexander.
Sekadar diketahui, Ooredoo merupakan perusahaan telekomunikasi yang berbasis di Qatar. Saat ini, korporasi ternama dunia tersebut memegang mayoritas saham Indosat, dengan mengantongi saham 65 persen setelah mengakuisisi Indosat pada 2002. Saat itu, pemerintah melepas 41,9 persen saham ke Ooredoo dan Indonesia hanya memiliki 14,29 persen saham Indosat. Di luar jumlah saham yang dimiliki Ooredoo dan Indonesia, sisanya dimiliki publik.
Selain Indosat di Indonesia, perusahaan telekomunikasi lain yang mayoritas sahamnya dimiliki Ooredoo antara lain adalah Wataniya di Kuwait, Nawras di Oman, Tunisiana di Tunisia, Nedjma di Aljazair, dan Asiacell di Irak. Seperti di Indonesia, perusahaan-perusahaan tersebut kini telah bertransformasi menjadi Ooredoo, setelah menanggalkan merek lamanya.
Indosat Ooredoo sendiri secara resmi meluncurkan IM3 Ooredoo 4G Plus di Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta, Senin (30/11). Peluncuran yang diikuti bersamaan di kantor cabang daerah tersebut, diklaim dapat mengakomodir pengguna internet yang sebelumnya bermain di 2G.
“Sudah banyak yang bertanya, kapan kami meluncurkan 4G. Hari ini (peluncuran) adalah jawabannya. Kenapa 4G plus, bukan 4G saja? Karena, yang kami usung di sini bukan hanya jualan jaringan yang cepat, tetapi total digital experience,” beber Alexander dalam sambutannya.
Diterangkan, pengguna 2G akan bermigrasi langsung ke 4G. Menurutnya, akan banyak orang pindah dari 2G melompat langsung ke 4G. Pasalnya, saat ini 70 persen pelanggan Indosat Ooredo menggunakan jaringan 2G.
Modernisasi layanan Indosat Ooredoo diklaim mampu membawa kecepatan data hingga mencapai 185 Mbps. “Tentu, tugas kami ke depan memastikan sebanyak mungkin orang pindah 4G, selain handset, SIM card juga pastinya,” imbuhnya.