04 December 2015

Desain Interior Ruangan untuk Sambut Natal

DIORAMA - Dekorasi Natal yang menarik dan gemerlap, tidak selalu berbiaya mahal. Seseorang hanya perlu tahu tips yang diperlukan untuk mendekorasi interior Natal, seperti memadukan tema yang lebih variatif atau menggunakan diorama (miniatur tokoh Natal) yang bercerita. BLOGKATAHATIKU/EFFENDY W
BLOGKATAHATIKU - Bagi umat Kristiani, Natal adalah momen yang sangat istimewa. Pasalnya, di hari “agung” tersebut kebanyakan keluarga sudah berkumpul bersama hingga menyambut tahun baru. Lantaran sudah tinggal menghitung hari, maka tidak ada salahnya mulai mempersiapkan segala hal yang diperlukan untuk menghias dan mendekorasi rumah dengan pernak-pernik bernuansa Natal.
Kendati demikan, biasanya keterbatasan ide membuat pemilik rumah malas mengkreasikan dekorasi dengan “atmosfer” baru. Sehingga, yang terjadi adalah desain-desain rutin yang membosankan.
“Dekorasi Natal yang menarik dan agak ‘ngejreng’ (gemerlap), tidak selalu berbiaya mahal. Seseorang hanya perlu tahu tips yang diperlukan untuk mendekorasi interior Natal, seperti memadukan tema yang lebih variatif atau menggunakan diorama (miniatur tokoh Natal) yang bercerita,” terang Alvin, salah seorang pengusaha pernak-pernik Natal saat dihubungi di Jalan Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Kamis (3/12).
Menurutnya, penentuan tema akan membantu menciptakan kesan yang lebih meriah saat berkumpul bersama keluarga pada malam Natal. “Ide bisa digali dari anggota keluarga. Secara psikologis, ini juga melibatkan mereka, terutama anak-anak dalam kegiatan mendekorasi ruangan rumah bernuansa Natal,” pesannya.
Alvin menambahkan, sub tema Natal bisa lebih hidup jika berupa diorama cerita Natal. Bisa juga menggunakan pernak-pernik konvensional berdasarkan warna ruangan serta suasana yang ingin ditampilkan. “Untuk melihat contoh perpaduan tema Natal dan sub temanya, pemilik rumah dapat berkunjung ke mal-mal. Perhatikan perpaduan masing-masing tema Natal yang berbeda satu sama lain, tetapi tetap menciptakan satu kesatuan terhadap suasana Natal. Ini dapat membuat penghuni rumah betah berlama-lama melihat dekorasi Natal sendiri yang kreatif,” cetusnya.
Ia menyarankan, beberapa sub tema dekorasi Natal yang bisa dipilih misalnya diorama tokoh Maria dan Yusuf di kandang domba, perjalanan orang majus, gembala bersama malaikat, pohon Natal (cemara) dan lain-lain. Semuanya terserah pendesain. Dengan memilih salah satu tema dan sub tema untuk dekorasi rumah, maka Natal di rumah juga akan membuat tamu betah berkunjung.
“Rajin-rajinlah mencari referensi foto, baik di majalah arsitektur rumah maupun internet. Mencari refrensi penting untuk menentukan pernak-pernik apa yang harus dibeli. Bahkan, dari ide yang didapat dari sana, boleh jadi pendesain hanya perlu memperbarui tampilan perlengkapan Natal tahun-tahun sebelumnya yang sudah ada, tanpa harus buang uang untuk membeli perlengkapan baru,” kupas Alvin.
Untuk pembelian pernak-pernik Natal yang baru, pemilik rumah perlu menentukan budget secara bijak untuk setiap tema yang bakal diusung. “Ini tentu setelah mendapat referensi yang pasti. Sebab kalau tidak, rencana pengeluaran dan lamanya pengerjaan tidak dapat diukur. Selain itu, itu juga dapat menghindari pengeluaran yang tidak terkendali agar menghindari pemborosan,” imbuhnya.
Alvin memberi masukan, nuansa Natal yang berkesan “megah” dapat diciptakan dari desain Christmas Tree Lighting (CTL) atau lampu pohon Natal. “Jangan takut memberikan sentuhan permainan lampu, tidak hanya pada pohon Natal, tetapi juga pada setiap sudut ruangan yang akan digunakan sebagai ruang kumpul keluarga,” tandasnya.