07 December 2015

Credit Suisse Proyeksi Miliuner Indonesia Naik 54 Persen

MENINGKAT - Credit Suisse baru saja merilis Laporan Tingkat Kekayaan Global 2015 yang dilakukan Credit Suisse Research Institute. Hasil riset menunjukkan Indonesia berhasil pulih dengan mengagumkan dari krisis finansial Asia di 1997-1998, dan rata-rata kekayaan penduduknya dalam mata uang rupiah meningkat pesat pada periode 2000-2015. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Credit Suisse baru saja merilis Laporan Tingkat Kekayaan Global 2015 yang dilakukan Credit Suisse Research Institute. Hasil riset menunjukkan Indonesia berhasil pulih dengan mengagumkan dari krisis finansial Asia di 1997-1998, dan rata-rata kekayaan penduduknya dalam mata uang rupiah meningkat pesat pada periode 2000-2015.
Di puncak piramida kekayaan, jumlah miliuner (dalam dolar Amerika Serikat) di Indonesia diproyeksikan akan naik 54 persen dalam lima tahun mendatang, sehingga mencapai 151 ribu  orang pada 2020, dibandingkan 98 ribu jiwa saat ini. Kekayaan rata-rata dalam rupiah telah meningkat secara terus-menerus sejak 2008 dengan laju tahunan rata-rata 5,5 persen.
Akan tetapi, dalam nilai mata uang dolar AS, depresiasi nilai tukar sebesar 32 persen telah menyebabkan kekayaan per orang dewasa merosot. Terlepas dari kemunduran ini, kekayaan per orang dewasa telah meningkat lebih dari tiga kali lipat dalam nilai mata uang dolar AS sejak 2000, dan telah meningkat lima kali lipat dalam mata uang rupiah.
Namun, 92 persen dari populasi di Indonesia masih memiliki kekayaan kurang dari 10 ribu dolar AS, lebih tinggi dari rata-rata dunia, yaitu 71 persen. Hal ini menunjukkan, tingkat rata-rata kekayaan penduduk Indonesia masih terbilang rendah dibandingkan standar internasional.
Akan tetapi, karena distribusi kekayaan yang begitu lebar, 136 ribu penduduk Indonesia masuk dalam satu persen penduduk terkaya dunia, dengan 98 ribu di antaranya memiliki aset jutaan dolar AS.