26 December 2015

Bunga Rendah Dongkrak Aplikasi KPR

GIMMICK - Pemberian gimmick yang dilakukan sejumlah perbankan, memang merupakan salah satu strategi untuk mendongkrak kinerja segmen properti. Merujuk data BI, kontraksi di sektor properti masih berlanjut. Paling tidak, hingga kuartal ketiga tahun ini, tingkat penjualan dan pertumbuhan harga masih menunjukkan pelemahan. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Untuk menstimulus pencapaian target program-program yang telah diagendakan sepanjang 2015, perbankan berlomba memberikan “gimmick” guna menunjang kinerja penyaluran pertumbuhan kredit.
Langkah itu cukup efektif, ini dapat dilihat dari hasil yang didulang Bank Negara Indonesia (BNI). Pasalnya, sejak pertengahan Agustus 2015, bank yang telah berdiri sejak 1946 ini memberikan gimmick berupa bunga kredit pemilikan rumah (KPR) rendah bertajuk “Kado Merdeka” sebesar 8,45 persen.
Program bunga rendah tersebut, yang awalnya hanya berlangsung satu bulan diperpanjang hingga akhir 2015 lantaran tingginya animo masyarakat untuk memiliki rumah idaman. Hal ini sekaligus mendorong pertumbuhan kredit, sehingga stakeholder bank milik pemerintah ini memperpanjang program terkait KPR-nya tersebut.
“Promo bunga KPR rendah sebesar 8,45 persen yang diberikan BNI sejak Agustus sampai akhir tahun 2015,  mampu mendorong aplikasi booking KPR hingga Rp 1 triliun setiap bulannya,” ungkap Direktur Consumer Retail BNI, Anggoro Eko Cahyo dalam keterangan tertulisnya kepada sejumlah media di Tanah Air, Minggu (20/12).
Ditambahkan, sebelum merilis program KPR bunga rendah 8,45 persen, aplikasi booking pihaknya hanya Rp 500 miliar setiap bulannya. “Aplikasi booking mulai naik sejak September hingga November. Untuk Desember, karena sudah mulai musim liburan panjang biasanya permintaan KPR memang agak turun. Ini karena masyarakat tidak fokus membeli rumah,” bebernya.
Untuk itu, sebut Anggoro, tahun depan pihaknya masih akan memberikan gimmick terkait KPR. Akan tetapi, kemungkinan gimmick-nya berbeda dibandingkan yang diberikan BNI pada 2015. Gimmick kembali dihadirkan BNI supaya mendorong target pertumbuhan KPR sebesar 16 persen pada 2016.
“Promo bunga rendah 8,45 persen hingga akhir 2015 saja. Pada 2016, gimmick boleh jadi tidak sama persis di 2015, namun yang pasti akan kami buat lebih menarik,” ulasnya.
Anggoro memaparkan, gimmick yang dijalankan pihaknya untuk menjaring nasabah yang berani mengambil kredit KPR. “Selama ini masyarakat hold spending, sehingga dengan gimmick kami ingin menaikkan respons. Gimmick KPR 2016 seperti apa, nanti akan kami rundingkan terlebih dulu,” imbuhnya.
Pemberian gimmick yang dilakukan sejumlah perbankan, memang merupakan salah satu strategi untuk mendongkrak kinerja segmen properti. Merujuk data BI, kontraksi di sektor properti masih berlanjut. Paling tidak, hingga kuartal ketiga 2015, tingkat penjualan dan pertumbuhan harga masih menunjukkan pelemahan.
Mengacu pada survei harga properti residensial, tingkat penjualan hunian mengerucut menjadi 7,66 persen, dari sebelumnya 10,84 persen pada kuartal kedua 2015. Adapun di segmen harga, pertumbuhannya juga melambat menjadi 1,69 persen secara triwulanan dan 32,31 persen secara tahunan.