16 December 2015

BTN Fokus Pengembangan Bisnis Pembiayaan KPR

PANGKAS BIROKRASI - Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (kiri) dan Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN), Maryono (baju batik) mengunjungi fasilitas kantor seusai peresmian Kantor Wilayah (Kanwil) IV BTN, Jalan Sultan Hasanuddin, Makassar, Jumat (11/12). Kehadiran Kanwil IV BTN ini diharapkan dapat menyederhanakan proses bisnis, sekaligus memangkas birokrasi dalam pengambilan keputusan strategis menyangkut layanan perbankan. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Bank Tabungan Negara (BTN) semakin memperkuat bisnis di kawasan timur Indonesia (KTI) dengan meresmikan Kantor Wilayah (Kanwil) IV yang dipusatkan di Makassar. Dengan hadirnya Kanwil tersebut, diharapkan dapat menyederhanakan proses bisnis, sekaligus memangkas birokrasi dalam pengambilan keputusan strategis menyangkut layanan perbankan.
Apalagi, tahun depan, BTN memfokuskan pengembangan bisnis pada pembiayaan perumahan seiring dijadikannya bank ini sebagai bank pembiayaan KPR.
Direktur Utama BTN, Maryono, menjelaskan, Kanwil IV ini membawahi 13 cabang dari Sulawesi, Kalimantan, dan Maluku dengan kelolaan aset mencapai Rp 17,4 triliun,  adapun total kredit yang dikelola mencapai Rp 16,9 triliun. Tahun depan, diharapkan dapat terus bertumbuh seiring hadirnya berbagai terobosan untuk meningkatkan kapasitas bisnis. Salah satunya, melalui peningkatan layanan dengan mendekatkan kantor-kantor BTN kepada masyarakat.
“Tren pertumbuhan ekonomi KTI cenderung tumbuh lebih baik di tengah perlambatan ekonomi nasional. Kondisi ini bisa menjadi peluang bisnis dengan pertumbuhan di atas rata-rata nasional, seperti yang terjadi pada wilayah regional Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi,” jelasnya seusai peresmian Kanwil IV BTN, Jalan Sultan Hasanuddin, Makassar, Jumat (11/12).
Dari sisi bisnis pembiayaan KPR, sebut Maryono, pada 2016 mendatang pihaknya akan terus memberikan dukungan program “Sejuta Rumah”. “Ini ditopang kompetensi yang kami dimiliki. Kami telah lama fokus pada pembiayaan rumah sejak 39 tahun silam,” bebernya.
Menurutnya, hal tersebut menjadi modal pihaknya dalam memberikan pembiayaan KPR yang tidak dimiliki bank lain. Segmentasi yang strategis tersebut, akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas kredit di KTI.