26 December 2015

BPR Hasamitra, Integritas Masih Menjadi Modal Sambut MEA

SIAP BERSAING DI ERA MEA - Komisaris Utama BPR Hasamitra, Yonggris saat dibadikan beberapa waktu lalu. Yonggris optimis BPR Hasamitra dapat bersaing dalam era MEA. Pasalnya, selain inovatif menelurkan program-program unggulan yang dapat menarik lebih banyak minat nasabah untuk bergabung di banknya, pihaknya terus terus memegang teguh integritas yang menjadi landasan perusahaan sehingga dapat dipercaya masyarakat. BLOGKATAHATIKU/EFFENDY W.
BLOGKATAHATIKU - Integritas dan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan yang baik dan dapat mengakomodir kepentingan rakyat kecil, menjadi gagasan yang telah diidamkan sejak lama oleh Komisaris Utama Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Hasamitra, Yonggris Lao.
Merunut ihwal kehadiran Hasamitra, kelahiran Makassar, 12 Juni 1966 ini, mengungkapkan memulai usaha keluarga di bidang tekstil pada 1973 di Pasar Sentral, Makassar, Sulsel, yang sama sekali jauh dari bisnis yang digelutinya sekarang.
Kepada BLOGKATAHATIKU yang mewawancairnya via telepon seluler, Senin (21/12) di kantornya, Gedung BPR Hasamitra, Jalan Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Yong, demikian ia disapa, mengemukakan keterlibatannya merintis Hasamitra yang kini telah menjadi salah satu BPR ternama di Indonesia.
Gagasan untuk terlibat dalam usaha perbankan muncul pada masa krisis moneter di 1998. Pada saat itu, Yonggris mengaku miris melihat kondisi perbankan yang ada, sehingga tercetus ide untuk membentuk sebuah lembaga keuangan yang sehat, bersih, dan berintegritas.
“Namun, saat itu saya terbentur minimnya pengalaman perbankan. Akhirnya, gagasan itu baru dapat saya wujudkan beberapa tahun kemudian. Di awal 2000, bersama beberapa teman yang pernah bekerja di bidang perbankan, kami mempersiapkan usaha BPR dengan mengurus izinnya, mempersiapkan tempat, sampai akhirnya pada 2005 izinnya keluar,” bebernya.
Lebih lanjut, pria yang lulus pada 1991 di Teknik Sipil Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar ini, mengatakan niat awal pembentukan sebuah bank, selain pesimistis melihat kondisi perbankan yang ada, hal ini juga dipicu dari keinginan mendirikan bank yang dapat menyalurkan bantuan permodalan kepada rakyat kecil.
“Hasamitra tumbuh bersama masyarakat kecil, berbeda dibandingkan bank umum lainnya. Pada awalnya, kami hanya dapat menyalurkan kredit Rp 20 juta per nasabah, namun sekarang telah meningkat hingga Rp 100 juta per nasabah,” papar Yonggris.
Menyikapi pertanyaan yang diajukan terkait tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Hasamitra, ayah tiga anak tersebut mengatakan, sejauh ini bank yang ia bangun berlandaskan trust (kepercayaan), integrity (integritas), prudence (bijaksana), dan professionalism (profesionalisme) itu, sudah mendapat tempat di hati masyarakat, khususnya di Sulsel.
“Sejauh ini, masyarakat mengenal Hasamitra sebagai bank penyalur kredit yang tidak membebani dan berbunga rendah. Masalahnya, sebelumnya sebagian masyarakat mengetahui kalau citra atau image BPR tidak terlalu bagus, atau hanya sebagai ‘bank pasar’ yang bermodal kecil dan tidak terlalu kuat,” aku Yonggris.
Kendati demikian, regulasi dari Bank Indonesia (BI) terhadap BPR pada umumnya, lebih bagus dan mendapat perhatian lebih dibandingkan bank konvensional lainnya.
“Bunga BPR sudah pasti bagus, bunga dalam arti deposito. Regulasi dari BI mengizinkan BPR untuk memberi bunga penjaminan yang lebih bagus dibandingkan bank umum. Jika bank umum sekitar 5,5 persen hingga tujuh persen, BPR bisa delapan persen hingga sembilan persen untuk deposito. Ini dijamin karena pemerintah memiliki perhatian yang sangat besar kepada rakyat kecil. Jadi, kalau rakyat kecil uangnya sudah sedikit diberi bunga sedikit juga kan kasihan,” urai Yonggris.
Sejak resmi beroperasi pada 2005, Hasamitra telah menorehkan prestasi yang luar biasa di tingkat perbankan nasional. Pada 2015, bank yang telah berkembang menjadi empat cabang di Sulsel ini berhasil meraih predikat BPR terbaik keempat dari 1.711 BPR yang beroperasi di Indonesia. Ini berarti, Hasamitra berhasil menyisihkan 1.707 BPR di Tanah Air.
“Penghargaan yang kami terima dari majalah Infobank ini berdasarkan penilaian dari segi keuangan yang sehat, pertumbuhan aset, dan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK). Hal ini dapat kami capai karena senantiasa menegakkan nilai-nilai luhur dalam menjalankan usaha,” papar Yonggris yang juga merupakan Wakil Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Sulsel.
Menurutnya, secara internal Hasamitra tumbuh dari lima nilai yang menjadi pilar kegiatan perusahaan. Salah satunya adalah trust, yang diterapkan seluruh pengurus di Hasamitra. “Ini menjadi harga mati, yang menjadi nyawa kami. Untuk itulah, Hasamitra senantiasa menjaga kepercayaan nasabah,” tegasnya.
Dengan menegakkan asas tadi, pihaknya dapat menegakkan integritas yang sudah menjadi prinsip perusahaan. “Integritas, di situ ada unsur kejujuran, ada unsur kebenaran. Integritas itu bagaimana melaksanakan manajemen dengan baik, bagaimana melaksanakan kegiatan perbankan secara jujur, taat asas sesuai aturan-aturan perbankan yang ada,” tutur Yonggris.
Integritas ini juga yang diterapkan pihaknya untuk menyambut masyarakat ekonomi Asean (MEA) yang sudah di depan mata. “MEA merupakan iklim positif bagi pelaku usaha maupun masyarakat di kawasan Asia Tenggara. Melalui pintu pasar yang terbuka, mereka dapat lebih mengembangkan potensi lokal yang ada pada masing-masing daerah,” runutnya.
Kendati demikian, MEA sekaligus menjadi “musuh” bagi yang belum siap menghadapi era pasar bebas Asean. Ketidaksiapan tersebut biasanya tercetus dalam kegiatan-kegiatan ekonomi yang kurang terorganisir dan efektif.
“Di sini, stakeholder (pemangku kepentingan) memegang peran penting untuk membawa perusahaan dapat bersaing dengan negara lain dari kawasan Asean. Implementasi terpenting yang dapat diterapkan adalah memacu kinerja dalam tim. Tim harus dapat bersinergi dengan baik guna mengolah potensi yang ada, dengan menawarkan produk berkualitas yang memenuhi standar MEA itu sendiri,” pesannya.
Untuk itu, pihaknya optimis dapat bersaing dalam era MEA. “Kami sudah siap, bukan saja menelurkan program-program unggulan yang dapat menarik lebih banyak minat nasabah untuk bergabung di bank kami, akan tetapi juga bagi masyarakat dalam kawasan Asean. Salah satunya terus memegang teguh integritas yang sudah kami tanamkan sebagai prinsip perusahaan,” tutup Yonggris.