16 December 2015

BI-Polda Sulsel Komitmen Penerapan Rupiah di NKRI

TRANSAKSI RUPIAH - Bank Indonesia (BI) meneken nota kesepahaman bersama jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Sulselbar dalam mengawal penerapan transaksi rupiah dalam negeri. Ada empat item yang menjadi poin nota kesepahaman tersebut, di antaranya terkait tata cara penanganan dugaan pelanggaran kewajiban penggunaan rupiah di NKRI. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Bank Indonesia (BI) meneken nota kesepahaman bersama jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Sulselbar dalam mengawal penerapan transaksi rupiah dalam negeri. Perjanjian tersebut diteken Kapolda Sulselbar Irjen Pol Pudji Hartanto bersama Kepala BI Sulsel, M Dadi Aryadi di Kantor BI Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar.
Ada empat item yang menjadi poin nota kesepahaman tersebut, di antaranya terkait tata cara penanganan dugaan pelanggaran kewajiban penggunaan rupiah di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Terkait komitmen transaksi rupiah dalam negeri, Pudji menegaskan jika penggunakan rupiah bertransaksi di semua kebutuhan merupakan harga mati, meskipun masyarakat berada di daerah perbatasan negara lainnya.
“Tidak dapat dipungkiri, masih ada transaksi dolar di tengah masyarakat. Nota kesepahaman ini  bertujuan untuk mendukung kewajiban menggunakan rupiah dan menumbuhkan rasa cinta terhadap mata uang Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Dadi menambahkan, hadirnya aturan dan komitmen ini di seluruh stakeholder, membuat rupiah dapat sejajar dengan mata uang negara lain. Tidak hanya itu, pemberlakuan sanksi bagi pelanggar transaksi rupiah juga tegas diberlakukan.
“Ini semua demi menjaga kedaulatan negeri. Dengan memberlakukan sanksi tegas, transaksi dolar semakin kurang. Selain itu, kami berharap stakeholder semakin mendukung gerakan cinta rupiah. Bagi yang melanggar dan terbukti melakukan transaksi uang asing secara nontunai, dikenakan sanksi satu persen dari nilai transaksinya. Sementara, bagi yang terbukti melakukan transaksi tunai akan dikenakan sanksi denda Rp 200 juta,” tegas Dadi.