02 December 2015

Bantaeng Ekspor Nikel di Februari 2016

NIKEL - Ekspor nikel olahan di Sulsel bakal segera dilakukan dua industri di Bantaeng. Dua industri tersebut, PT Huady Nickel Alloy dan PT Titan Mineral Utama, paling tidak akan mengekspor 275 ribu metrik ton sepanjang 2016 mendatang. britaloka.com/Ist
britaloka.com, BANTAENG - Ekspor nikel olahan di Sulsel bakal segera dilakukan dua industri di Bantaeng. Dua industri tersebut, PT Huady Nickel Alloy dan PT Titan Mineral Utama, paling tidak akan mengekspor 275 ribu metrik ton sepanjang 2016 mendatang.
“Kami targetkan 16 Februari 2016 sudah trial sekaligus commissioning,” terang Vice President Bantaeng Industrial Park, yang juga Direktur Perusda Bantaeng, Taufik Fachruddin, dalam Talkshow Mining Summit bertema “Strategi dan Kebijakan Peningkatan Investasi Sektor Pertambangan” belum lama ini di Makassar Golden Hotel, Jalan Pasar Ikan, Makassar.
Dalam talkshow yang digelar Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulsel tersebut, Taufik menjadi pembicara bersama Director Corporate Affairs PT Vale Indonesia Basrie Kamba, Kepala Sub Direktorat Hubungan Komersial Mineral, Kementerian ESDM, Rustam Saenong, serta Kepala Dinas ESDM Sulsel, Gunawan Palaguna.
Taufik merinci, Huady akan mengekspor paling tidak 250 ribu metrik ton pertahun. Sedangkan, PT Titan mengekspor 25 ribu hingga 30 ribu. “Kami juga sudah melaporkan ini ke Presiden RI, Joko Widodo. Rencana, Presiden yang akan langsung meresmikannya,” terangnya sambil memperlihatkan potret progres pembangunan smelter yang diperkirakan sudah 90 persen.
Terkait sumber daya manusia, dua industri tersebut telah merekrut 900 tenaga kerja tahun ini. “Trainingnya sudah kami lakukan. Semuanya orang lokal, khususnya Bantaeng. Kami juga sudah merencanakan pada 2016 menyerap hingga 1.500 tenaga. 
Selain itu, sebut Taufik, pihaknya juga sudah mengirim 40 orang ke Tiongkok untuk mengikuti training. Khusus yang 40 orang ini, mereka menjadi supervisor. Tahun depan, kami juga akan mendapat bantuan dari Kementerian Perindustrian sebesar Rp 50 miliar guna melatih serta membangun sekolah industri, imbuhnya.