30 December 2015

Awal 2016, Disbudpar akan Optimalkan Promosi Wisata

PROMOSI WISATA - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulsel akan mengoptimalkan promosi wisata awal 2016 melalui media online. Salah satunya mengoptimalkan promosi lewat aplikasi mobile, sebagai upaya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara. BLOGKATAHATIKU/EFFENDY WONGSO
BLOGKATAHATIKU - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulsel akan mengoptimalkan promosi wisata awal 2016 melalui media online. Salah satunya mengoptimalkan promosi lewat aplikasi mobile, sebagai upaya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara.
Seperti yang disampaikan Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Sulsel, Devo Khadaffi dalam acara dialog bisnis bertajuk “Tourism Outlook 2016” di Gedung Mulo, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, belum lama ini.
 Devo menjelaskan, ke depan pihaknya akan fokus pada program promosi destinasi wisata melalui elektronik, seperti media sosial dan pembentukan mobile application. Selain mempromosikan Sulsel melalui elektronik, program tersebut juga memudahkan wisatawan untuk mencari lokasi wisata dan kuliner yang ada di Sulsel.
“Kami melihat pariwisata sekarang, menjadi salah satu potensi kekuatan ekonomi Sulsel. Untuk itu, kami akan memperkuat (sektor) wisata ini, seperti destinasi wisata Toraja, Takabonerate, Rammang-rammang, Bantimurung, dan Tanjung Bira. Kami akan mendorong pemerintah kabupaten agar lebih gencar mempromosikan destinasi wisatanya masing-masing yang dimulai awal tahun ini. Apalagi, saat ini sudah masuk  era MEA,” paparnya.
 Devo menambahkan, mobile application promosi wisata akan diluncurkan pihaknya awal Januari 2016, dan dapat diunduh melalui App Store, Play Store, dan website terkait. Anggaran yang disiapkan Disbudpar untuk electronic promotion ini sekitar Rp 400 juta-Rp 500 juta.
“Jumlah wisatawan mancanegera (wisman) sampai September 2015, telah mencapai 4,6 juta, dan sampai akhir 2015 ditargetkan bisa mencapai 5,5 juta. Di 2016, kami menargetkan jumlah wisman yang berkunjung ke sulsel enam juta ke atas,” imbuhnya.
Mengingat anggaran promosi tahun ini mencapai Rp 3 miliar, sebut Devo, pihaknya berharap awal 2016 mendapat dana promosi lebih yang disokong dari pusat untuk perbaikan sarana pariwisata. Pasalnya, sektor pariwisata merupakan salah satu penunjang utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Kegiatan dialog bisnis Tourism Outlook 2016 melibatkan sejumlah stakeholder pariwisata seperti Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), akademisi pariwisata, serta pelaku usaha yang turut berperan dalam pengembangan pariwisata Sulsel.