04 November 2015

Wakil Wali Kota Makassar Perkenalkan Bank Sampah

BANK SAMPAH - Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal, saat diabadikan belum lama ini. Dalam pemaparannya pada ajang Asia Pasifik Urban Forum 6 di Hotel Fairmount, Jakarta, ia memperkenalkan Bank Sampah dan Lorong Garden sebagai pengembangan ekonomi lokal di Makassar. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKUDalam kegiatan The Sixth Asia-Pasific Urban Forum (APUF-6) di Hotel Fairmount, Jakarta, Selasa (20/10), Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal, memperkenalkan Bank Sampah dan Lorong Garden sebagai pengembangan ekonomi lokal di Makassar. Hal itu dilakukan Rizal dalam sesi Institutionalizing Inclusive Local Economic Development.
APUF-6 sendiri merupakan ajang bergensi yang dilaksanakan sebuah badan regional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang kerap disebut Economic and Social Commission for Asia and The Pasific (ESCAP), bekerja sama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, sebagai sarana bagi negara-negara dalam regional Asia Pasific untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam mendukung urbanisasi berkelanjutan.
Pemaparan yang diulas Rizal terkait program pengembangan ekonomi di Makassar, khususnya program Bank Sampah, mendapatkan perhatian khusus lantaran mampu menjadi solusi. Bukan hanya dari segi perekonomian di Makassar, tetapi juga memiliki multiefek, terutama pada bidang sosial.
Daeng Ical, sapaan akrab Wakil Wali Kota Makassar, menjelaskan, Lorong Garden bukan hanya menjadi solusi perekonomian, tetapi juga menjadi solusi bagi lingkungan. Sehingga, menjadi ujung tombak dari pengembangan kota hijau di Makassar dengan pemberian stimulan kepada masyarakat melalui lembaga pengabdian masyarakat (LPM).
“Dalam menjalankan program tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menggandeng berbagai pihak, di antaranya PT Unilever, Pertamina, Bank Sulselbar, BRI, kalangan akademika dan aktivis berbagai kampus, serta elemen lainnya. Sebab, partisipasi masyarakat dan kerja sama dengan berbagai kalangan, maka tingkat keberhasilan program ini akan semakin tinggi,” bebernya.
Dalam panel diskusi tersebut, Rizal disandingkan bersama Ashekur Rahman dari United Nations Development Programme (UNDP), Alexander Janchow dari Erasmus University, Lin Lim dari Weigo, dan Usha Raghupati dari National Institute of Urban Affairs, India. Selain itu, ia juga disandingkan Wakil Wali Kota Yogyakarta, Sri Indah Wibi, Zainal Arifin dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan Senior Researcher Fiscal Policy Agency, Mahpud Sujai.
Sebelumnya, Pemkot Makassar sudah menjajaki upaya kerja sama dengan Guangzhou, Tiongkok, terutama terkait pengembangan teknologi pengolahan sampah. Melalui pertemuan bersama perwakilan dari Sains and Technology Commission of Guangzhou, Zheng Cheng dan Wilson City di Plaza Senayan Jakarta, Selasa (27/10), Rizal membahas apa saja bentuk dan kerja sama ke depannya tersebut.
Pihak Guangzhou mempresentasikan Guangzhou Award atau penghargaan untuk kota berkembang kepada Pemkot Makassar. Zheng Cheng berharap, Kota Makassar ikut dalam Guangzhou Award yang dilaksanakan tahun depan. Pasalnya, Makassar sudah dianggap sebagai kota yang berkembang sangat pesat satu dekade terakhir. Untuk itu, ia akan mengundang secara khusus Rizal bertandang ke Guangzhou.
Atas undangan tersebut, Rizal berharap pihaknya dapat mengapresiasi dan mengagendakan pertemuan selanjutnya setelah ada kajian dari Pemkot Makassar. “Kami berharap, undangan itu nantinya dapat lebih mempererat kerja sama antara Pemkot Makassar dengan pihak Guangzhou,” ujarnya.