14 November 2015

Usaha Florist Decoration Memerlukan Proses Kreatif

FLORIST DECORATION - Pemilik Jean Florist Decoration, Williem Kwandy saat diabadikan beberapa waktu lalu di Makassar. Williem merupakan salah satu pengusaha muda visioner asal Sulsel yang mampu menggerakkan usaha florist decoration ternama di Kota Daeng. BLOGKATAHATIKU/IST
Williem Kwandy
Pemilik Jean Florist Decoration
Usaha Florist Decoration Memerlukan Proses Kreatif

BLOGKATAHATIKU - Dekorasi ruangan sangat mempengaruhi suasana sebuah acara, baik formal maupun nonformal. Pasalnya, setiap ruang yang telah dihias beberapa dekorasi bunga dan properti tambahan, dapat menciptakan suasana romantis, harmonis, serta elegansi  sesuai tema acara.
Biasanya, dekorasi ruangan dengan bunga dan properti tambahan dilakukan orang yang terampil atau diorganisir sekelompok orang dalam sebuah event organizer (EO), seperti yang dikelola Williem Kwandy saat ini.
Williem adalah pemilik Jean Florist Decoration, merupakan salah satu pengusaha muda visioner asal Sulsel, yang mampu menggerakkan usaha florist decoration ternama di Kota Daeng.
Ditemui di tempat usahanya, Jalan Kakatua, ia mengungkapkan ihwal usaha yang dilakoninya. “Setelah lulus dari Universitas Bina Nusantara Jakarta pada 2007, saya kembali ke Makassar, dan meneruskan usaha yang dirintis orang tua saya ini,” tuturnya.
Williem mengungkapkan, florist decoration yang saat ini digelutinya, jauh dari pendidikan formal, teknik informatika (TI) yang diperolehnya selama kuliah di Jakarta. Namun, bagi pria berdarah Tionghoa ini, hal tersebut merupakan tantangan baru.
“Saya bersyukur, kurang lebih tujuh tahun sejak menjalankan usaha ini di 2008, tidak ada masalah (berarti) yang saya temui. Kalaupun ada, hanya terkait tuntutan klien terhadap desain yang berbeda-beda,” ungkap pria yang lahir di Makassar pada 1985.
Suami Yessica Natassya memaparkan, secara umum pihaknya menangani semua jenis dekorasi. “Semua dekorasi event dari berbagai kalangan bisa kami tangani, mulai wedding, ulang tahun, hingga kegiatan (seremoni) yang dilakukan korporasi,” imbuh pecinta sepak bola ini.
Williem membeberkan, desain pihaknya berbeda dengan florist decoration kompetitor, karena yang diberikan kepada klien selalu model terbaru. “Kami menyuguhkan desain yang paling disukai masyarakat di Ibu Kota Jakarta saat ini. Kami sengaja memilih Jakarta sebagai patokan gaya dekorasi, agar bisa menjadi acuan bagi klien kami yang berasal dari Makassar, Kendari, Manado, serta Manokwari,” urainya.
Selama ini, setiap hari ia dibantu enam karyawan. Jika menangani sebuah event besar, ia kerap lembur hingga dini hari. “Ini untuk mengontrol langsung apa saja yang dibutuhkan, juga menjaga kualitas pelayanan agar dapat bersaing dengan pengusaha lain,” alasan Williem.
Meskipun pekerjaannya terbilang berat, ia mengungkapkan tetap mencintai usahanya. “Yang menjadi daya tarik saya pada usaha ini karena florist decoration memerlukan proses ide kreatif. Sehingga setiap event, saya pasti mengusung konsep yang berbeda,” tandasnya.