21 November 2015

Uang Elektronik BNI Sasar Sekolah dan Kampus

UANG ELEKTRONIK - Bank Negara Indonesia (BNI) terus berupaya menggenjot transaksi nontunai lewat uang elektronik. Hal tersebut gencar dilakukan lantaran bank umum milik negara (BUMN) tersebut melihat posisi perbankan saat ini masih cukup berat. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Bank Negara Indonesia (BNI) terus berupaya menggenjot transaksi nontunai lewat uang elektronik. Hal tersebut gencar dilakukan lantaran bank umum milik negara (BUMN) tersebut melihat posisi perbankan saat ini masih cukup berat mengimplementasikannya. Apalagi, sejak Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) digalakkan Bank Indonesia (BI) beberapa waktu lalu, perkembangannya belum signifikan.
Chief Executive Officer (CEO) BNI Makassar, Slamet Djumantoro, menyebutkan, masyarakat sampai saat ini belum tertarik memanfaatkan uang elektronik karena merasa fungsinya sama saja dengan kartu debit.
“Transaksi uang elektronik, kebanyakan masih berlaku di jalan tol dan minimarket tertentu,” terangnya di sela sosialisasi GNNT di Trans Studio Mall (TSM), Jalan HM Daeng Patompo, Tanjung Bunga, Makassar.
Dijelaskan, jika bank lain menggarap jalan tol, BNI sendiri lebih menyasar sekolah dan kampus. Produk uang elektronik BNI, Tap Cash, dikenalkan kepada para siswa dan mahasiswa, agar paling tidak bisa membangun awareness guna mendukung pembayaran nontunai.
“Selain itu, kami berharap pemerintah selalu mendukung seperti (yang dilakukan) di Jakarta. Contohnya, transaksi pembayaran bus rapid transit (BRT) harus bayar menggunakan uang elektronik,” tandas Slamet.