18 November 2015

Toraja Gencar Rambah Pasar Pariwisata Global

DESTINASI TORAJA - Destinasi Toraja semakin gencar mempromosikan citra baru pariwisatanya. Setelah pameran pariwisata Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) Juni lalu, Toraja juga ikut berpartisipasi dalam ajang Tourism Indonesia Mart and Expo (TIME) dan ITB Asia 2015, yang masing-masing diadakan pada 13-16 Oktober di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta dan pada 21-23 Oktober di Marina Bay Sands, Singapura. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Destinasi Toraja semakin gencar mempromosikan citra baru pariwisatanya. Setelah pameran pariwisata Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) Juni lalu, Toraja juga ikut berpartisipasi dalam ajang Tourism Indonesia Mart and Expo (TIME) dan ITB Asia 2015, yang masing-masing diadakan pada 13-16 Oktober di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta dan pada 21-23 Oktober di Marina Bay Sands, Singapura.
TIME dan ITB Asia adalah pameran pariwisata tahunan berskala global dengan segmentasi bisnis ke bisnis (B2B). Tahun ini, TIME Destinasi Toraja yang diwakili Toraja DMO sebagai organisasi tata kelola destinasi, ikut berpartisipasi di bawah Paviliun Indonesia milik Kementerian Pariwisata.
Selain termasyhur akan keunikan budayanya, Toraja menawarkan pilihan atraksi yang cukup beragam. Keindahan panorama alam Toraja dapat dijelajahi dengan aktivitas luar ruangan seperti hiking, arung jeram, maupun camping. Ke depannya, Toraja DMO bersama pemangku kepentingan terkait, berencana untuk mengembangkan potensi pariwisata lainnya seperti wisata kopi dan panjat tebing.
Melihat reputasi TIME dan ITB Asia sebagai tempat pertemuan bagi industri dagang pariwisata, diharapkan partisipasi Toraja dalam kedua pameran tersebut dapat membangun kontak dan bisnis dengan pasar berkualitas tinggi. Hal ini akan berdampak positif terhadap eksistensi Toraja di peta pariwisata global, sekaligus menarik lebih banyak wisatawan untuk berkunjung ke dataran tinggi tersebut.
Sekadar diketahui, Organisasi Tata Kelola Destinasi (DMO) digagas Kementerian Pariwisata Indonesia pada 2010. Kegiatan organisasi ini mencakup perencanaan, koordinasi, pelaksanaan, dan pengendalian tata kelola pariwisata di setiap destinasi yang telah ditentukan.
Toraja DMO didirikan pada 3 Mei 2012 dengan dua fokus utama, pertama pengembangan kapasitas bisnis pariwisata dan masyarakat setempat, serta kedua adalah pengorganisasian, penjelajahan, serta pengembangan tempat wisata, fasilitas dan aksesibilitas. Anggota Toraja DMO adalah perwakilan para pemangku kepentingan lokal, mulai pemerintah seperti SKPD-BAPPEDA, Dinas Pariwisata, dan lain-lain, serta asosiasi pariwisata (PHRI dan Asita), hingga pemimpin masyarakat (adat, agama, dan kelompok pemuda).
Toraja DMO mengembangkan rencana kerja tahunan yang diharapkan akan memenuhi kebutuhan pemangku kepentingan pariwisata setempat guna membangun kembali industri pariwisata di Toraja. Dalam proses partisipatif, Toraja DMO menciptakan kembali citra destinasi, juga mempromosikan Toraja melalui pameran wisata nasional dan internasional.
Selain itu, organisasi ini bekerja sama dengan bisnis pariwisata untuk penyelenggaraan Familiarization Trip bagi media dan tur operator, serta menetapkan standar kualitas untuk bisnis pariwisata (akomodasi, restoran dan tur) guna memenuhi standar pelayanan internasional.
Keberadaan Toraja DMO diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal serta dapat secara konsisten mengingatkan pemerintah untuk mendukung keberlanjutan industri pariwisata di Toraja.