14 November 2015

Tangga Kayu

TANGGA KAYU - Tangga kayu milik Andi Tenri Palallo di Makassar saat diabadikan beberapa waktu lalu. Tangga kayu berbahan jati hitam kokoh tersebut didesain dengan model khas tradisional Bugis. BLOGKATAHATIKU/IST
Tangga Kayu
Konvensional namun Kokoh dan Tahan Lama

BLOGKATAHATIKU - Konsep rumah minimalis saat ini begitu populer diterapkan di rumah-rumah baru. Desain rumah minimalis, memang mampu menjawab kebutuhan hunian ideal dengan lahan yang terbatas, sehingga rumah tetap terlihat cantik.
Rumah minimalis biasanya bertujuan untuk membuat semuanya sederhana atau minimal. Jadi, pemakaian ruang sebisa mungkin harus benar-benar dihemat. Oleh sebab itu, beberapa komponen dengan ukuran kecil menjadi pilihan yang popular untuk rumah minimalis.
Minimnya luas lahan untuk membuat rumah lantaran harga tanah yang semakin mahal. Hal inilah yang memutuskan orang membuat rumah minimalis dua lantai atau bahkan lebih. Tujuannya, supaya rumah dapat mengakomodir kebutuhan pemilik rumah. Untuk rumah minimalis dengan dua lantai atau lebih, tentu memerlukan tangga sebagai penghubung antar lantai.
Tangga yang digunakan pada rumah minimalis sebenarnya tidak jauh berbeda dengan jenis tangga yang diterapkan pada rumah pada umumnya. Entah tangga rumah mewah maupun tangga biasa. Namun, ada beberapa jenis tangga yang sangat populer digunakan untuk rumah minimalis, seperti tangga yang terbuat dari besi baja, bahan kaca khusus yang kokoh, termasuk tangga kayu konvensional.
Seperti yang terlihat dalam rumah Andi Tenri Palallo. Selayaknya masyarakat pada umumnya yang senantiasa mempertimbangkan keselamatan ketika akan membangun sebuah rumah, tangga kayu yang dimiliki wanita berdarah Bugis ini pun tak luput dari perhatian. Pasalnya, sebagai salah satu komponen penting untuk menghubungkan lantai satu dan dua, tangga harus kuat menopang pemilik rumah yang naik-turun.
Tangga Tenri sendiri terbuat dari kayu jati hitam kokoh, dengan desain khas tradisional Bugis. “Tangga kayu kami sudah berusia kurang lebih 17 tahun. Masih tetap kuat dan tahan lama sampai sekarang. Untuk memperindah tangga maupun ruang kosong di bawahnya, saya meletakkan lemari maupun bufet kecil yang berisi berbagai suvenir maupun perabot pecah belah. Selebihnya, saya meletakkan barang-barang lain seperti sepatu,” terangnya.
Untuk merawat tangganya, sebulan sekali ia meluangkan waktunya untuk mengelap dan membersihkannya dengan kain kanebo. “Ini agar debu yang menempel pada kayu tangga mudah dibersihkan. Selain itu, setahun sekali saya mengecat tangga dengan pernis agar tidak mudah keropos,” bebernya.
Adapun biaya yang dikeluarkan Tenri saat membuat tangga yang dibangun pada 1998 tersebut adalah Rp 16 juta.