25 November 2015

Sulsel Bakal Miliki 3 Pabrik Rumput Laut

RUMPUT LAUT - Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Rumput Laut Indonesia (Asruli), Arman Arfah, saat menjelaskan kegiatan terkait Indonesia Seaweed Forum (ISF) atau Pertemuan Internasional Rumput Laut di Makassar, 11-15 November 2015. ISF bertujuan sebagai media promosi dan pertukaran informasi terkait rumput laut dengan negara-negara pemerhati komoditas ini. BLOGKATAHATIKU/ANITA ANNY
BLOGKATAHATIKU - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana membangun tujuh pabrik pengolahan rumput laut pada tahun depan. Sulsel mendapat bagian tiga pabrik yang akan dibangun di daerah Jeneponto, Bone, dan Luwu. Industrilisasi rumput laut ini mengemuka dalam Indonesia Seawood Forum belum lama ini ini.
Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan KKP, Maman Hermawan, mengungkapkan, pihaknya tengah membuka roadmap pengembangan industri rumput laut. “Salah satunya, rencana pembangunan pabrik pengolahan rumput laut dan gudang besar untuk stok bahan baku industri,” terangnya belum lama ini dalam jumpa pers terkait industrilisasi rumput laut di Hotel Sahid Jaya, Jalan Ratulangi, Makassar.
Untuk Sulsel, rencana pembangunan pabrik pengolahan ini masih dikaji, antara pabrik agar-agar atau pabrik karagenan. Untuk pengembangan pabrik, pihaknya siap menggelontorkan dana besar.
“Nilai investasinya sesuai kapasitas produk dan potensi daerah. Pabrik berkapasitas 200 ton membutuhkan dana Rp 24 miliar. Sementara, pabrik kapasitas 100 ton, investasinya maksimal Rp 15 miliar. KKP siapkan dana sekitar Rp 300 miliar untuk itu,” rinci Maman.
Namun, rencana pembangunan pabrik itu tergantung kesiapan daerah. “Jika daerah tidak komitmen, maka kami tidak akan berikan. Komitmen pemerintah daerah (Pemda) ini terkait penyiapan lahan listrik dan kecukupan air bersih,” tegasnya
Pembangunan pabrik pengolahan rumput laut di Sulsel juga tengah dikaji sejumlah pengusaha. Hal tersebut diungkapkan Ketua Asosiasi Petani dan Pengelola Rumput Laut Indonesia, Arman Arfah.
Menurutnya, di kawasan industri Makassar (KIMA) sebenarnya sudah ada pabrik pengolahan rumput laut, tetapi kapasitasnya hanya mencapai 20 ton. Untuk itu, pihaknya berencana membangun pabrik di Bone dengan kapasitas 500 ton, tetapi olahannya baru setengah jadi.
“Kami harap, dana besar yang digelontorkan KKP termanfaatkan. Namun, kami juga berharap pemerintah memberikan insentif fiskal untuk industri laut, ataupun regulasi lain yang meringankan,” tandasnya.