07 November 2015

September, Impor Sulsel Alami Peningkatan

IMPOR - Kepala Seksi Niaga dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Arham (dua dari kanan), saat menyampaikan Berita Resmi Statistik (BRS) di Kantor BPS Sulsel, Jalan Haji Bau, Makassar, Kamis (15/10). Dijelaskan, bahan bakar mineral merupakan komoditas impor terbesar ke Sulsel pada September 2015, dengan nilai 19,18 juta dolar AS atau 23,45 persen dari total nilai impor Sulsel. BLOGKATAHATIKU/ANITA ANNY
BLOGKATAHATIKU - Nilai impor Sulsel pada September tahun ini mencapai angka 81,77 juta dolar AS, atau naik sebesar 14,71 persen dibandingkan nilai impor Agustus 2015 dengan nilai 71,28 juta dolar AS. Data juga menunjukkan, untuk posisi Januari-September 2015, nilai impor Sulsel mencapai 740,97 juta dolar AS, atau naik 14,96 persen dibandingkan periode yang sama di 2014.
Kepala Seksi Niaga dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Arham, mengungkapkan, bahan bakar mineral merupakan komoditas impor terbesar ke Sulsel pada September 2015, dengan nilai 19,18 juta dolar AS atau 23,45 persen dari total nilai impor Sulsel.
“Selain bahan bakar mineral sebagai pemasok paling tinggi ke Sulsel, juga disusul gandum-ganduman dengan nilai 15,41 juta dolar AS, mesin-mesin pesawat mekanik 11,84 juta dolar AS, kendaraan dan bagiannya dengan nilai impor 9,42 juta dolar AS”, terangnya dalam jumpa pers terkait Berita Resmi Statistik (BRS) di Kantor BPS Sulsel, Jalan Haji Bau, Makassar, Kamis (15/10).
Selain itu, sebut Arham, ada lima negara pemasok utama barang impor ke Sulsel pada September 2015, di antaranya Tiongkok, Singapura, Australia, Rusia, dan Brasil. “Impor Sulsel pada periode Januari-September 2015 naik 14,96 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” bebernya.
Menurutnya, negara penyumbang nilai impor terbesar selama periode tersebut, antara lain Singapura dengan nilai 172,31 juta dolar AS, disusul Rusia 133,07 juta dolar AS, Australia 106,91 juta dolar AS, Tiongkok 55,86 juta dolar AS, dan Malaysia 19,73 juta dolar AS,” tutup Arham.