08 November 2015

Sepotong Laba dari Gerobak Usaha

PUSHCART - Diferensiasi dalam bisnis adalah hal yang sangat penting untuk menjamin berlangsungnya “long life business”, begitu juga bisnis yang dijual lewat “pushcart” dewasa ini. Dalam kuliner misalnya, diferensiasi pokok terdapat pada konsep dan resep, sementara pushcart atau “gerobak” adalah medium yang memiliki penopang diferensiasi tersebut. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Diferensiasi dalam bisnis adalah hal yang sangat penting untuk menjamin berlangsungnya “long life business”, begitu juga bisnis yang dijual lewat “pushcart” dewasa ini. Dalam kuliner misalnya, diferensiasi pokok terdapat pada konsep dan resep, sementara pushcart atau “gerobak” adalah medium yang memiliki penopang diferensiasi tersebut.
Namun, keduanya memegang peran sental dalam keberlangsungan usaha dan tak ada yang dinafikan di antaranya. Tidak hanya sampai di situ, gerobak yang dapat meraup laba yang bisa dikatakan tidak sepele ini, dapat diaplikasikan dalam bentuk konsep tea bar di mal, rumah, ataupun ruko dengan mengusung konsep tradisional yang tetap “low cost”.
Terkait perkembangan peluang bisnis franchise di Indonesia, investasi di bidang kuliner memang masih menjadi primadona bagi investor yang tertarik sistem kemitraan. Besarnya prospek bisnis makanan yang tak pernah habis ditelan zaman, serta praktisnya pengelolaan bisnis dengan sistem kemitraan, membuat sebagian besar masyarakat tertarik menginvestasikan modal yang mereka miliki untuk begabung dengan perusahaan lokal maupun asing yang menyelenggarakan berbagai kemitraan.
Beragam merek franchise pun kini mulai ditawarkan franchisor kepada calon mitra, mulai investasi waralaba yang bernilai miliaran rupiah, sampai kemitraan ala gerobak yang bisa dijangkau mitra dengan biaya yang tidak terlalu besar. Ternyata, dari berbagai kemitraan yang ditawarkan, sistem franchise makanan ala gerobaklah yang berhasil memberikan daya tarik terbesar bagi masyarakat, sehingga tidak sedikit franchisor berhasil menggaet ratusan mitra dengan sistem kemitraan tersebut.
Meskipun perkembangan pasar franchise saat ini cukup besar, namun ada baiknya jika mengetahui plus minus franchise makanan ala gerobak yang bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan, sebelum akhirnya memilih merek franchise yang akan dijalankan.
Kelebihan franchise makanan ala gerobak lantaran investasinya cukup murah dan bisa balik modal cepat. Biasanya franchisor menawarkan kemitraan dengan investasi ringan, mulai Rp 2 juta hingga belasan juta rupiah. Selain itu, sistem kemitraan balik modalnya juga terbilang cepat, di mana rata-rata franchisor memberikan jaminan kepada mitranya dengan jangka break-event point (BEP) kurang dari satu tahun. Tak heran jika banyak orang  tertarik terhadap kemitraan ala gerobak ini, karena keuntungan yang ditawarkan cukup menggiurkan.
Persiapan usaha pun mudah. Pada umumnya kemitraan ala gerobak hanya membutuhkan lokasi usaha yang strategis dengan tempat yang tidak begitu luas, sedangkan untuk peralatan dan bahan baku awal semuanya disupport franchisor. Sehingga mitra hanya perlu mempersiapkan lokasi usaha, dan calon tenaga kerja. Selebihnya ditanggung perusahaan yang menyelenggarakan kemitraan.
Kendati demikian, kekurangan franchise makanan ala gerobak biasanya menjual produk “klise”. Meskipun saat ini banyak franchisor yang mewaralabakan bisnisnya dengan kemasan menarik, namun tidak semua produk yang ditawarkan berhasil menarik minat konsumen.
Selama ini, produk kemitraan yang ditawarkan franchisor adalah produk yang sudah umum di pasaran, seperti burger, kebab, fried chicken, serta teh kemasan yang sebenarnya sudah banyak ditawarkan dengan berbagai merek. Karena itu, sebelum menjalankan kemitraan, pastikan memilih produk yang berkualitas dan memiliki potensi pasar cukup bagus.